Dianggap The New Frank Lampard, Siapa Sih Mason Mount?


  •    Okky Herman Dilaga
  •    11/09/19 - 15:10
  •    350

Bolalob

Penampilan impresif di klub biasanya berhadiah panggilan tim nasional. Momen itu berlaku bagi pemain Inggris, Mason Mount.

Mount terlibat dalam seluruh pertandingan Chelsea pada musim ini. Dia menjadi andalan lini tengah The Blues di bawah komando manajer muda, Frank Lampard.

Menjalani debut di Premier League tidak lantas membuat Mount gugup. Dengan penuh percaya diri, Mount membuktikan kapasitasnya sebagai pemain potensial.

Mount sudah membukukan dua gol hanya dalam empat penampilan, khusus di Premier League. Performa tersebut membuat Mount masuk radar pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate.




Pada awal September ini, Mount mendapat panggilan memperkuat timnas senior Inggris. Kesempatan itu sebenarnya sudah datang sejak 2018, namun Mount tidak pernah diturunkan pada laga resmi.

Debutnya bersama The Three Lions terjadi pada 7 September 2019 ketika melawan Bulgaria. Dia pun bermain saat Inggris menang atas Kosovo. Dua laga itu dilalui Mount sebagai pemain pengganti. halaman 2 dari 4
Duplikat Frank Lampard



Penampilan perdana Mount langsung mengundang decak kagum. Meski berstatus pemain pengganti, Mount ternyata bisa memberikan kontribusi positif selama berada di lapangan.

Mount mendapat pujian tinggi dari rekan senegaranya, Declan Rice. Pemain asal West Ham United itu tidak terkejut dengan permainan apik Mount.

"Saya telah mengatakan sebelumnya, dia bisa saja mencetak gol dalam setiap pertandingan. Itu kalau dia mau," kata Rice.

"Dia berlatih di bawah asuhan Lampard. Mereka bekerja sama dengan baik, karena sama-sama berposisi sebagai striker lubang. Itu juga yang dilakukan Lampard (ketika menjadi pemain)," lanjut Rice.

Pujian dari Rice memang tidak sembarang. Banyak kalangan menilai, Mount merupakan titisan baru Lampard.

Tidak ayal, Lampard juga menyukai gaya permainan Mount. Pemain berusia 20 tahun itu dibiarkan bebas bermain di lini serangan The Blues.

Kolaborasi keduanya sudah terjalin sejak musim lalu. Saat masih menangani Derby County, Lampard meminjam Mount dari Chelsea dan langsung menjadikannya pilar lini tengah The Rams. halaman 3 dari 4
Produk asli Chelsea



Setelah kembali ke Chelsea, Mount dipercaya akan menjadi pemain andalan selama beberapa tahun ke depan. Di samping itu, The Blues tidak ingin kehilangan produk asli akademinya.

Ya, Mount masuk akademi Chelsea pada 2005. Ketika itu, The Blues sedang mencoba kekuatan baru sepak bola dunia di bawah kendali pemilik Roman Abramovich.

Gelontoran dana besar untuk membangun tim utama dibarengi dengan memperkaya produk lokal. Mount menjadi satu di antara pemain muda yang terpilih menjalani program pelatihan di Chelsea.

Selama 12 tahun menimba ilmu, Mount memperoleh peluang menjalani debut sebagai pesepak bola profesional. Dia dipinjamkan ke klub Belanda yang juga masih berafiliasi dengan Chelsea, Vitesse Arnhem.

Bersama Vitesse, potensi besar Mount mulai terlihat. Pada usia 18 tahun, Mount menjadi gelandang subur dengan mencetak 14 gol dari 39 pertandingan pada musim debutnya sebagai pemain profesional. halaman 4 dari 4
Hal tersebut sempat membuat Chelsea terpincut untuk mempromosikan Mount sebagai pemain utama pada musim 2018-2019. Namun, Lampard meminta mantan klubnya itu untuk memberikan Mount selama semusim ke Derby County.

Lampard menjanjikan tempat utama bagi Mount demi merasakan atmosfer sepak bola Inggris. Semusim di Derby County, Mount menorehkan catatan 11 gol dari 44 pertandingan.

Dua digit gol selama dua musim membuktikan kapasitas Mount sebagai titisan Lampard. Bukan tidak mungkin, Mount bisa melewati pencapaian Lampard pada musim ketiganya setelah melakoni debut.

Saat ini, Mount baru mencetak dua gol hanya dalam lima penampilan. Sementara itu, Lampard mampu melesakkan 10 gol dari 42 laga West Ham United pada musim ketiga awal kariernya.







Berita Terkait


1568070002086

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?