Ganas atau Bobrok? Sudah 10 Pelatih Dipecat di Liga 1 Musim 2019


  •    Robert
  •    20/09/19 - 18:30
  •    704

Bolalob

Pelatih asal Spanyol, Julio Banuelos menjadi korban terbaru ganasnya Liga 1 musim 2019 ini, usai dipecat oleh Persija Jakarta atas serangkaian buruk hasil yang mereka dapat.

Dalam 14 laga bersama Persija, Banuelos hanya bisa memetik tiga kemenangan saja, tujuh laga berakhir imbang dan menelan empat kekelahan.

Banuelos dipecat tepat setelah Persija dikalahkan Bali United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, dengan skor 0-1, Kamis (19/9/2019).

Bersama dengan Eduardo Perez, Banuelos adalah korban ke-10 ganasnya Liga 1 musim ini untuk posisi pelatih.

Nama pelatih pertama yang didepak saat musim baru berjalan adalah Ivan Kolev, yang baru menjalani tiga pertandingan bersama dengan Persija. Posisinya digantikan oleh Banuelos.




Selanjutnya ada Jacksen F. Tiago, yang tak bisa membawa Barito Putera tampil baik hingga pekan ke-5. Ia pun memutuskan untuk mundur.

Di pekan ke-6 atau pada 30 Juni, Liga 1 kembali memakan korban dengan dua pelatih menyatakan mundur atau dipecat. Mereka adalah Aji Santoso (Persela Lamongan) dan Luciano Leandro oleh Persipura Jayapura pada akhir Juni lalu.

Ia mesti angkat koper saat Tim Mutiara Hitam menempati peringkat ke-15 tanpa satu pun kemenangan ketika itu.

Syafrianto Rusli pun menyatakan mundur dari Semen Padang di pekan ketujuh Liga 1.

Pelatih selanjutnya yang dipecat ialah Jan Saragih oleh Perseru Badak Lampung FC pada 28 Juli. Hanya butuh sehari bagi Badak Lampung untuk mencari penggantinya, yakni Milan Petrovic.

Kemudian PSIS Semarang juga membuka pintu keluar bagi Jafri Sastra kendati klub asal Semarang itu menduduki zona 10 besar klasemen pada 8 Agustus. halaman 2 dari 2
Djadjang Nurdjaman menjadi korban evaluasi manajemen Persebaya Surabaya, dimana klub itu lebih sering bermain imbang ketimbang menang di kandang.

Djanur dilepas walau saat itu klub masih menempati peringkat ketujuh di klasemen pada 10 Agustus.

Tugas Djanur ditambal Bejo Sugiantoro secara interim sebelum Persebaya menunjuk Alfred Riedl sebagai pelatih kepala yang baru 13 hari setelahnya.

Selanjutnya, Alfredo Vera menjadi korban pemecatan oleh Bhayangkara FC pada 14 Agustus.

Meski Madura United masih berada di papan atas, pelatih Dejan Antonic pun memilih untuk mundur sebelum paruh pertama musim berakhir.

Sebagai tambahan, Semen Padang sebelumnya menunjuk Weliansyah sebagai caretaker, dan tak berapa lama kontraknya dipermanenkan. Kemudian klub merekrut pelatih baru asal Portugal, Eduardo Almeida dan status Weliansyah pun diturunkan lagi menjadi asisten.

Entah keputusan klub Liga 1 untuk gonta-ganti pelatih yang terlalu cepat dan tak mengandalkan proses bisa membuat sepakbola Indonesia lebih baik? Atau justru semakin bobrok?
Terakhir diubah:  22/09/19 - 06:53







Berita Terkait


1571324402606

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?