Rela Tinggalkan Arsenal untuk Kembali ke Belanda, Siapa Sih Donyell Malen?


  •    Robert
  •    05/10/19 - 10:30
  •    1872

Bolalob

Mencetak hattrick menjadi hal biasa untuk seorang striker, namun untuk lima gol tentu itu adalah hal spesial. Seperti yang dilakukan oleh Donyell Malen dalam kemenangan 5-0 PSV Eindhoven atas Vitesse Arnhem bulan September lalu.

Semalam (Kamis, 3/10/2019) di ajang Liga Europa, Malen sukses menambah pundi golnya menjadi 14 gol pada musim ini saat PSV menang dari 4-1 atas Rosenborg.

Untuk pemain yang masih berusia 20 tahun dan sudah mencetak dua digit gol di awal musim ini, tentu sorotan dari klub-klub besar Eropa menagrah padanya. Jadi siapa sih Donyell Malen?

Jebolan Akademi Arsenal

Malen,dipandang oleh beberapa orang di klub sebagai pemain luar biasa dari generasinya dan Arsene Wenger mengatakan bahwa sang pemain memiliki 'beberapa kualitas menarik' setelah dibawa dalam tur pra-musim di Asia beberapa tahun lalu.

Kepindahan Malen ke Inggris turut dipengaruhi oleh hadirnya mantan tangan kanan Louis Van Gaal, Andries Jonker, yang menjadi kepala akademi sepak bola Arsenal saat itu. Walau dia menandatangani kontrak profesional pertama dengan Arsenal, dia tidak betah karena Jonker melabelinya terlalu gemuk saat dia pertama datang. Akhirnya dia kembali ke negara kelahirannya dan membela Jong PSV.

Ketika ia meninggalkan London utara, laporan mengklaim bahwa ia kelebihan berat badan. Namun, Malen membantah anggapan semacam itu, dimana ia hanya ingin mencari menit bermain di tim utama sebanyak mungkin.

"Bahwa saya diusir dari Arsenal tentu tidak benar. Saya masih memiliki kontrak selama satu tahun dan Arsenal bahkan ingin memperpanjang itu," ujar Malen kepada De Telegraaf.


"Saya tidak bermain sepakbola untuk mendapatkan uang. Saya tidak pernah melakukan itu. Kalau tidak, saya tidak akan meninggalkan Inggris."

"Ada cerita yang saya tidak cocok ketika saya datang ke Arsenal. Tapi saya tidak pernah terlalu gemuk, itu benar-benar cerita yang omong kosong," ujarnya.

Lahir di Wieringen, Hollands Kroon, Malen memulai karirnya dengan Ajax pada 2007. Meskipun Ajax menyodorinya kontrak profesional pada 2015, ia memilih untuk meninggalkan Arena Amsterdam dan menuju ke Inggris. Ia bahkan menolak tawaran dari klub besar seperti Manchester United dan Chelsea, bukannya memilih bermain untuk Arsenal. Malen bergabung karena Arsenal memiliki pemain idolanya, seperti Thierry Henry dan Dennis Bergkamp.

Ia pun mulai tampil menawan bersama tim muda Arsenal di ajang seperti FA Youth Cup and UEFA Youth League, termasuk mencetak gol solo run yang indah. Selama berada di tim junior Arsenal, Malen sukses mencetak 27 gol dalam 67 penampilan. halaman 2 dari 4
Kembali ke Belanda

Malen memilih meninggalkan Arsenal pada musim panas 2017, menolak perpanjangan kontrak untuk pindah ke PSV dengan durasi kontrak tiga tahun.


Kehilangan mereka tentu saja merupakan keuntungan PSV. Dalam lingkungan yang lebih oportunistik, pemain berusia 20 tahun itu akan menemukan dirinya secara teratur dipanggil oleh manajer Mark van Bommel ke tim utama PSV.

Ia baru melakukan debut seniornya pada Februari 2018 dan menjadi tim inti reguler pada musim berikutnya, mencetak 10 gol liga ketika PSV bersaing dengan Ajax sepanjang musim dalam perburuan gelar, dimana mereka akhirnya menyelesaikan musim sebagai juara liga.

Hubungan yang cocok dengan Steven Bergwijn, membuat ia ditempatkan sebagai No 10, dan itu menjadi landasan di balik gaya ofensif PSV. halaman 3 dari 4
Cetak Gol Debut untuk Oranje

Malen menyumbang satu gol ketika Belanda mengalahkan Jerman 4-2 pada Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Volksparstadion, Hamburg, Jumat (6/9).

Pada pertemuan Belanda kontra Jerman edisi ke-44 itulah Malen mencatatkan debutnya di timnas senior setelah sebelumnya selalu menjadi andalan tim U-15 hingga U-21.


Di usianya yang baru menginjak 20 tahun 230 hari. Dia masih kalah muda dengan Ryan Babel yang di laga debutnya 14 tahun silam mencetak gol ketika berusia 18 tahun 97 hari. ”Ini (gol debut bagi timnas Belanda, Red) yang selalu diimpi-impikan setiap anak muda negeri ini,” ucap Malen kepada Fox Sports.

Belanda mempunyai tradisi menghasilkan penyerang hebat seperti Marco Van Basten, Patrick Kluivert, Ruud Van Nilstelrooy serta Robin Van Persie. Kali ini Malen bisa meneruskan sosok garang di lini depan Oranje.

”Tidak sia-sia aku memanggilnya,” ucap pelatih Belanda Ronald Koeman sebagaimana dikutip Telegraaf. halaman 4 dari 4
Gaya Bermain

Peramal sepak bola Eropa Andy Brassell bergabung dengan talkSPORT Trans Europe Express untuk membagikan pendapatnya tentang Malen mengikuti kepahlawanannya di depan gawang PSV.

"Dia terlihat sangat alami di depan gawang," kata pengamat sepakbola Andy Brassell kepada Talksport. "Dia penyerang yang sangat cepat dan eksplosif.

“Akan ada banyak penggemar Arsenal mengingatkan masalah ini, karena saya mencari tahu apa yang dikatakan penggemar Arsenal ketika dia meninggalkan klub pada tahun 2017 untuk pergi ke PSV, dan saya menemukan sebuah artikel yang mengatakan: 'Lebih buruk daripada kehilangan Alexis Sanchez: Penggemar Arsenal bereaksi terhadap Malen bergabung dengan PSV '.

“Seperti yang kami katakan, akhir pekan [terakhir] adalah tempat ia benar-benar membuat jejak besar; lima gol dalam pertandingan melawan Vitesse.


Dengan tipu muslihat dan gerak kaki yang cepat, Malen menawarkan opsi yang berbeda sebagai pemain angka sembilan. Dia sangat baik dalam menjaga pemguasaan bola, bukan hanya melalui kekuatan semata, tetapi dengan teknik dan kontrol bola yang luar biasa.

Namun, seperti yang diharapkan dari pemain nomor sembilan Belanda, ia juga efektif saat turun lebih dalam dan menghubungkan lini tengah dan serangan, memiliki sentuhan kreatif yang merupakan ciri khas bagi striker Belanda.

Sekarang ia menjadi striker pilihan pertama klub, Malen telah menunjukkan keterampilan yang bervariasi di bawah Mark van Bommel. Ia memunculkan kerjasama yang baik dengan Steven Bergwijn, dan langkah cepat Malen bisa membuat Arsenal menyesal melepas bocah 'gendut' ini.
Terakhir diubah:  07/10/19 - 16:37







Berita Terkait


1570540202044

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?