Mengapa Simon McMenemy Tak Bisa Membawa Timnas Seperti Bhayangkara?


  •    Kukuh Wahyudi
  •    16/10/19 - 12:30
  •    1743

Bolalob

Tim nasional Indonesia hanya menjadi lumbung gol di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Total sudah 14 gol masuk ke gawang tim Merah-Putih dalam empat laga yang sudah dilakoni.

Di partai pertama dan kedua, Malaysia (5/9/2019) dan Thailand (10/10/2019) mampu menceploskan tiga gol ke gawang Andritany Ardhiyasa.

Pertandingan ketiga kontra Uni Emirate Arab (UEA) (10/10/2019), gawang Wawan Hendrawan kemasukan lima gol. Di laga terakhir, giliran Vietnam yang lagi-lagi mampu menceploskan tiga gol. Kali ini ke gawang M. Ridho.

Rapor tersebut tentu menjadi catatan buruk dalam karier Simon McMenemy sebagai pelatih. Bila dirata-ratakan, gawang tim besutannya kemasukan 3,5 gol di setiap pertandingan.

Padahal, rekam jejak Simon yang membuat PSSI kepincut mengontraknya sebagai pelatih ada kaitannya dengan kekokohan lini belakang.

"Bhayangkara di era Simon itu cukup bagus. Angka kebobolan kami sedikit," tutur Yeyen Tumena, asisten Simon McMenemy di timnas dan Bhayangkara (2017-2018) kepada Bolalob beberapa waktu lalu.




Apa yang dikatakan Yeyen memang benar adanya. Dengan memakai skema 4-4-2 diamond, lini pertahanan Bhayangkara di Liga 1 2017 dan 2018 sangat kokoh.

Saat menjadi juara Liga 1 2017, Bhayangkara hanya kemasukan 40 gol. Bila dirata-ratakan, Otavio Dutra cs. kemasukan 1,2 gol perlaga. Dengan angka tersebut, Bhayangkara menduduki peringkat keenam dalam tim yang paling minim kebobolan.

Beranjak ke Liga 1 2018, Putu Gede dan kolega rata-rata kemasukan gol 1,1 perlaga dari 39 kebobolan. Raihan itu membuat Bhayangkara menjadi tim kedua paling kukuh di klasemen akhir.

Lantas, apa yang membuat Simon kesulitan dalam membangun pertahanan yang solid? Mengapa ia tak bisa membawa timnas seperti Bhayangkara? halaman 2 dari 2


100 laga Lee YuJun di Bhayangkara FC

Terakhir diubah:  19/10/19 - 09:46







Berita Terkait


1573482602555

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?