Mengenal Lebih Dekat Lee Yujun: Tidak Serius Sekolah karena Latihan dan Lawan Tersulit di Liga 1


  •    Kukuh Wahyudi
  •    19/10/19 - 16:30
  •    1320

Lee Yujun. (Lee Yujun/Instagram)

Pertengahan 2016 menjadi awal kedatangan Lee Yujun di Indonesia. Saat itu, dirinya belum membayangkan bakal menjadi ikon klubnya, Bhayangkara FC.

Empat ajang telah dilaluinya kini, mulai dari Indonesia Soccer Chmapionship (ISC) A 2016, kemudian Liga 1 2017, 2018, hingga Liga 1 2019. Lee menjadi pemain pertama yang mencatatkan 100 laga di Bhayangkara FC.

Melihat royalitas dan kontribusi besar untuk timnya, Bolalob bernafsu untuk mengenal lebih dekat dirinya. Kesempatan untuk mengobrol soal karier dan kehidupannya pun datang, Lee dengan lancar menjawab pertanyaan yang diajukan.

Mulai dari awal kairernya, urusan sekolah, hingga lawan yang paling sulit dihadapi di Indonesia ia ceritakan. Berikut petikan wawancaranya:


Bagaimana awal berkarier sepakbola?

Awalnya dari Ayah saya karena dia suka sepak bola. Setiap akhir pekan dia nonton tarkam (antar kampung) di Korea. Dia selalu membawaku. Di usia 5-6 tahun aku selalu diajak dan aku mulai menyukainya. Lalu di usia delapan tahun aku mulai bermain sepakbola.

Pernah main di posisi apa saja?

Saat awal bermain sepak bola saya berposisi sebagai penyerang. Lalu saya ke Brasil di situ saya menjadi playmaker. Sekembalinya saya ke Korea berubah menjadi gelandang bertahan. Sampai sekarang jadi gelandang bertahan.

halaman 2 dari 2

Gaji pertama digunakan untuk apa?

Gaji pertamaku saya berikan kepada orang tua. 

Momen paling membanggakan?

Hmmm momen paling membanggakan saat bermain di Brasil. Saya memenangkan lima atau empat trofi.

Momen yang paling memalukan sebagai pemain bola?

Banyak banget kalau diceritakan semua bisa sampai besok. 

Apa kelebihan kamu?

Untukku yang pertama adalah bertahan untuk tim. Tapi tugas gelandang bertahan tidak hanya menghadang bila saya mendapat bola saya harus menghubungkan permainan seluruh tim. Menurutku itulah kelebihan saya sebagai pemain.


Apa kelemahan kamu?

Aku punya banyak (sambil tersenyum) salah satunya duel bola atas. Ya seperti itulah.

Siapa pemain yang paling sulit dihadapi di Liga 1?

Lawan tersulit saat main di Indonesia? (berpikir) Banyak ya seperti Paulo Sergio, (Wiljan) Pluim, dan Makan Konate.

Ada rencana jika tidak lagi bermain sepakbola?

Saya tidak tahu, saya masih memikirkannya. Umur saya juga sudah tidak muda lagi. Saya masih memikirkan mau melakukan apa nantinya.

Suka dengar musik atau film?

Suka mendengarkan musik, nonton film pun sering. Tapi setelah punya bayi saya mulai mengubah hidup saya. Saat pulang ke rumah saya main sama anak saya.

Bagaimana nilai kamu saat masih sekolah?

Karena dulu saya mulai bermain bola sejak muda dan saat itu saya langsung ke Brasil (13 tahun). Jadi saya tidak pernah serius sekolah. Waktu di Brasil saya latihan, latihan, latihan jadi saya bisa dibilang tidak sekolah. 

Bisa gambarkan dirimu dalam satu kalimat?

Susah ya. Apa ya. Semua yang terjadi berawal dari Tuhan. Karena hidup saya berubah (menjentikkan jari) begitu saja setelah waktu itu saya berdoa tidak ada hentinya. Dia mengubah hidupku.








Berita Terkait


1575536402477

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?