Lima Pelatih Berlisensi Tertinggi di Asia Belum Mampu Menahan Persaingan Liga 1


  •    Kukuh Wahyudi
  •    03/11/19 - 09:00
  •    9.649

Lima Pelatih Berlisensi Tertinggi di Asia Belum Mampu Menahan Persaingan Liga 1
(Bola.com/Barito Putera/Ligaolahraga.com/JawaPos)

Sepanjang Liga 1 2019 bergulir, ada delapan nama pelatih berlisensi kepelatihan tertinggi di Asia, AFC Pro (saat dan setelah kursus), yang ambil bagian. Namun dengan status mentereng itu, tak semuanya dapat mengemban tugas dengan mulus. Dari sembilan nama, lima sudah tumbang.

Djadjang Nurdjaman (Persebaya), Syafrianto Rusli (Semen Padang), dan Aji Santoso (Persela) sudah tak lagi mengarsiteki tim mereka seperti di awal musim. Mengacu pada rapor minornya, ada yang dilepas dan ada yang mengundurkan diri.

Dari lima laga yang dilalui Aji, Persela hanya mampu imbang dua kali dan tiga kali kalah. Syafrianto membawa Semen Padang tiga kali imbang dan tiga kali pula kalah. Djadjang sebenarnya tak terlalu buruk, empat kemenangan, enam imbang, dan tiga kali kalah.

Selain mereka, ada Yunan Helmi (Barito Putera) dan Wolfgang Pikal (Persebaya) yang dipercaya menjadi pelatih pengganti. Hasilnya, Yunan meraih dua kemenangan dan lima kali imbang serta kalah. Sementara Pikal sekali imbang dan tiga kekalahan.

Alhasil, Barito memilih kembali menempatkan Yunan sebagai asisten pelatih dan memilih Djadjang sebagai suksesor. Dalam kasus Pikal, ia memilih mengundurkan diri dari Persebaya.




halaman 2 dari 3

Selain Djadjang, Aji pun kembali mengorbit di Liga 1 bersama Persebaya. Namun, ia masih belum mendampingi Ruben Sanadi dkk. di sebuah laga.

Sementara itu, empat nama yang masih terus dipercaya oleh manajemen adalah Rahmad Darmawan (Tira Persikabo), Seto Nurdiantoro (PSS), Nilmaizar (Persela), dan Bambang Nurdiansyah (PSIS).

Rahmad membesut Tira dengan sembilan kemenangan, 10 hasil imbang, dan enam kekalahan. Rapor Seto adalah 10 kemenangan, sembilan imbang, dan tujuh kali kalah.

Sementara Nil yang masuk Persela menggantikan Aji membawa timnya meraih lima kemenangan dan enam imbang serta kalah. Bambang Nurdiansyah atau Banur membawa PSIS meraih tiga kemenangan, lima imbang, dan empat kekalahan.

Bila mengacu pada rekapan tersebut, pelatih yang telah berguru di kursus AFC Pro nampaknya belum sejalan dengan pencapaian timnya di musim ini. Namun, hal itu tentu bukan acuan untuk mengatakan kursus AFC Pro tidak menjadi jaminan kualitas. Masih banyak waktu untuk mereka membuktikan dirinya.

halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1588311001292

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?