Erick Thohir Serahkan Jabatan Ketum KOI ke Raja Sapta Oktohari


  •    Gerry Putra
  •    04/11/19 - 23:27
  •    450

Gerry Putra/Bolalob

Pucuk pimpinan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) resmi beralih dari Erick Thohir kepada Raja Sapta Oktohari dalam proses sertijab ketua umum, di Kantor KOI, Fx Sudirman, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Raja Sapta Oktohari terpilih sebagai ketua umum KOI periode 2019-2023 menggantikan Erick Thohir setelah terpilih secara aklamasi dalam Kongres Istimewa KOI pada, Rabu (9/10/2019).

Pria yang akrab disapa Okto itu menyebut menjadi ketua umum KOI merupakan tugas yang berat. Banyak tantangan yang harus dihadapi pengurus baru.


Berbagai event internasional akan berlangsung di Indonesia menjadi tugas KOI. Tak hanya event, tapi juga memastikan hadirnya prestasi atlet Indonesia di ajang internasional.

"Tugas kita ini sangat berat, tantangan sangat besar. Indonesia sebagai negara besar, maka kita harus bisa berprestasi di kancah internasional," ujar Okto dalam sambutannya.

Okto berharap semua pemengang kepentingan olahraga di Indonesia, seperti Kemenpora dan KONI bisa saling bersinergi. Tujuannya jelas, yakni untuk kemajuan olahraga Tanah Air.

"Ini tantangan berat, tapi kami yang dengan kerja sama yang baik dengan Kemenpora, KONI, dan semua stakeholder. Insha Allah Indonsia berprestasi di ajang bergengsi," ucapnya.

Indonesia dalam beberapa tahun ke depan bakal menjadi tuan rumah Formula E 2020 Jakarta, Piala Dunia U-20, dan juga Piala Dunia Basket 2023.

"Tugas utama NOC Indonesia (KOI) adalah menjadi tuan rumah dari event-event level dunia, sekaligus bertugas melahirkan atlet kita menempati posisi terbaik dunia," tuturnya.

halaman 2 dari 2

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali, berharap KOI di era Raja Sapta Oktohari bisa melanjutkan kesuksesan kepengurusan Erick Thohir.

"KOI ini peralihannya baik dari Erick ke Okto. Biasanya kepengurusan sebelumnya mewariskan tanggung jawab, tapi ini justru surplus. Ini menjadi modal yang bagus," ujar Zainudin Amali.

"Kepada pengurus baru KOI, saya harap teruskan. Jangan anggap ini sulit. Kalau pikiran atlet itu, semakin tinggi levelnya, harus dipecahkan rekornya. Jadi mengelola organisasi olahraga, harus sama dengan pemikiran atlet," imbuhnya








Berita Terkait


1566062404896

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?