Wawancara Eksklusif Luizinho Passos, Bawa Metode Kiper Modern ke Sepakbola Indonesia


  •    Robert
  •    15/11/19 - 17:30
  •    3426

Bolalob

Menarik untuk melihat performa Borneo FC pada musim ini di kancah Liga 1, dimana mereka sukses merangsek naik ke papan atas klasemen dan sempat tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan berturut-turut.

Peran besar tentu ada pada pelatih kepala Mario Gomez yang mampu meracik penampilan anak asuhnya dan mengandalkan banyak pemain muda di atas lapangan.

Namun satu nama yang layak mendapatkan kredit adalah Luizinho Passos, pelatih kiper asal Brasil yang tengah menjalani musim keduanya bersama Pesut Etam.



Datang bersama keluarganya, Luizinho benar-benar memberi perbaikan. Hari pertama bekerja, pria berkepala plontos itu langsung membenahi teknik tiga kiper Borneo, yakni Muhammad Ridho, Nadeo Argawinata, dan David Ariyanto.




Musim lalu Luizinho melambungkan nama kiper seperti Muhamad Ridho sebagai pilihan utama Borneo FC hingga mendapat panggilan Timnas Indonesia. Hingga akhirnya Ridho pergi menerima tawaran dari Madura United pada musim ini.

Musim ini Luizinho bekerja bersama dengan Nadeo Argawinata, Alfonsius Kevlan, Gianluca Pandeynuwu dan kiper muda seperti Muhammad Zulfikri. Namun di pertengahan musim Alfonsius memutuskan untuk pergi menuju klub Liga 2 PSMS Medan.

Gianluca menjadi wajah baru yang diberi kepercayaan untuk tampil mengawal gawang Borneo FC sejak kepergian Nadeo ke Timnas U-22. Mantan kiper Timnas U-19 itu tampil apik di beberapa laga melawan tim besar seperti Persebaya Surabaya dan Bali United dimana mereka menang telak 6-0!

Nadeo tampil dalam 19 pertandingan Liga 1 musim ini dengan mencatat enam cleansheet. Sementara Gianluca sudah turun di tujuh laga terakhir Borneo FC dengan mencatat tiga laga tak kebobolan.

Materi latihan yang diberikan Luizinho memang berdasar pada pola latihan sepak bola modern. Banyak variasi, sekaligus menyesuaikan dengan tipikal lapangan di Indonesia yang pada umumnya memiliki permukaan tidak rata.

Kami menyempatkan berbicara dengan mantan pelatih kiper Cruizero. Berikut petikan wawancara eksklusifnya: halaman 2 dari 4
Bisa ceritakan mengenai perjalanan karir anda di sepakbola?

Saya adalah mantan pemain sepak bola, tetapi saya mengakhiri karir saya di usia muda 26 tahun karena dua alasan. Yakni karena ukurannya sebagai penjaga gawang di Brasil yang tinggi dan saya dengan 179 cm saya mengalami banyak kesulitan untuk mendapat tawaran di Brasil.

Dan yang kedua adalah karena Saya memiliki cedera di bahu dan itu sangat mengganggu saya! Saya memulai karir saya sebagai pelatih penjaga gawang segera setelah itu, saya bekerja di beberapa klub di Brasil, diantaranya America Mg, Cruzeiro MG, Guarani de campinas, Marilia SP, Francana SP, Ipatinga, Nacional dan pada 2017 saya datang ke Indonesia untuk klub Borneo FC.

Apa yang membuat kamu memutuskan untuk menjadi seorang pelatih kiper?

Sebagai mantan kiper dan karena mencintai posisi tersebut, saya segera mengambil kursus dan sudah memiliki pengalaman pemain, dan sangat bermanfaat dan saya menyukai profesi kepelatihan kiper saya.

Kiper mana saja yang pernah bekerja bersama anda selama ini?

Saya bekerja dengan beberapa kiper hebat, seperti Fabio, Rafael dan Gabriel Brasso di Cruzeiro, Helton Leite dan Douglas de Jesus di Ipatinga, keduanya bermain Liga Utama Portugal saat ini. Lalu ada Renan di Guarani de campinas, Douglas Pires di Nacional yang sekarang bermain di Bahia Esporte Clube. Mereka adalah penjaga gawang dengan kualitas teknik dan karakter yang hebat.

Bagaimana anda bisa bergabung dengan Borneo FC?

Saya datang ke Indonesia melalui seorang agen bernama Fabio yang merupakan teman Presiden klub Nabil Husein, saya berada di Cruzeiro dan menerima tawaran itu dan memutuskan untuk menerima tantangan itu.

Anda menjalani musim kedua di Borneo FC musim ini dan penghargaan pantas diberikan kepada Anda untuk pencapaian tim musim ini, terutama banyak kiper muda berbakat yang muncul dari Borneo FC. Apa tanggapan Anda terhadap hal itu?

Ini adalah kerja tim. Saya sangat berterima kasih kepada semua kiper karena tanpa dedikasi mereka semua tidak mungkin untuk mencapai tujuan! Saya sangat senang, terima kasih kepada Tuhan, pekerjaannya menjadi sangat positif!



Seperti Ridho yang sudah 11 kali mendapat panggilan untuk tim nasional Indonesia dan membuat Borneo FC tampil di liga 1 musim 2018 dengan sangat sukses. Setelah kepergian Ridho ke Madura, Nadeo pun sukses melakukan hal yang sama mendapat panggilan timnas dan ia adalag kiper hebat di masa depan.

Dan sekarang Gianluca yang berusia 21 tahun telah membuat permainan yang bagus! Saya sangat senang dengan pekerjaan saya! halaman 3 dari 4
Apakah anda memiliki metode unik tentang cara melatih kiper Anda?

Saya memiliki beberapa metode yang diterapkan, setiap pelatih penjaga gawang menempatkan metodenya dalam pelatihannya! Saya memprioritaskan dua metode. Yakni Analytical untuk mengerjakan teknis penjaga gawang dan ini sangat penting, dan keseluruhan metode itu adalah situasi permainan, umpan silang, tendangan, simulasi permainan kecil untuk bekerja dengan baik dengan kaki yang mendasar dalam sepakbola modern. Dan yang kedua adalah taktik bekerja!



Muhammad Ridho tampil baik musim lalu dan membuatnya dipanggil oleh tim nasional. Sementara Nadeo dan Gianluca sangat mengesankan musim ini, bahkan Nadeo mendapat panggilan tim nasional U-23. Bagaimana Anda melihat situasi ini?

Saya sangat berterima kasih, dengan Ridho, Nadeo dan Gianluca ini semua karenakerja keras dengan dedikasi dan profesionalisme yang hebat! Sangat penting bagi seorang penjaga gawang untuk berlatih dan bermain keras tidak ada jalan lain! Kiper memilih atau dia ingin menjadi kiper klub besar, kiper nasional adalah perlu banyak berlatih, dengan banyak fokus!

Apa yang Anda lihat dengan sepakbola Indonesia?

Bagi saya sepak bola di Indonesia melakukan evolusi yang hebat, memiliki klub-klub besar dengan pemain-pemain lokal yang besar, saya menyukainya! Sepakbola Indonesia sudah berada di jalan yang benar!

Apakah ada pesan untuk kiper muda yang ingin menjadi pemain profesional di Indonesia?

Jangan pernah menyerah pada impian Anda, miliki banyak dedikasi dalam latihan, disiplin, dan nilai setiap peluang yang Anda dapatkan! Bersiaplah untuk menjadi profesional yang hebat, penjaga gawang yang hebat, dan memiliki karakter! halaman 4 dari 4
Profil Lengkap

Nama: Luis Fernando Silva Passos
Tempat tanggal lahir: Ipatinga , 3 Maret 1976
Kewarganegaraan: Brasil
Status: Pelatih kiper Borneo FC
Bergabung bersama Borneo FC sejak tahun 2017
Pengalaman klub:

- Ipatinga FC : 2006-2010
- Nacional Nova Seranna : 2011
- Ipatinga FC : 2012
- Guarani de Campinas : 2013
- Nacional Nova Serenna : 2014-2015
- Cruizeiro Esporte Clube : 2015-2017
- Borneo FC : 2017- Sampai sekarang
Terakhir diubah:  18/11/19 - 07:50







Berita Terkait


1575349202082

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?