PT LIB Soroti Pekan Krusial Liga 1


  •    Robert
  •    05/12/19 - 16:00
  •    726

Bolalob

Bali United sudah memastikan diri sebagai juara Liga 1 musim ini pada pekan ke-30. Raihan 63 poin milik Serdadu Tridatu tak mungkin dikejar lagi di sisa empat pertandingan.

Namun pertarungan di papan bawah atau zona degradasi masih berlangsung dan bisa dipastikan hingga akhir musim.

Setidaknya delapan tim masih belum aman dari jeratan degradasi, yakni dari urutan ke-11 hingga 18 klasemen. PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi ikut waspada tentang isu adanya jual-beli skor di sisa musim ini.




Salah satu laga yang dicurigai adalah Persib Bandung melawan Persela Lamongan, Selasa (3/12/2019) lalu. Pada laga ini, Persib yang sepanjang putaran kedua tengah dalam performa menanjak kalah dengan skor 0-2 di kandang sendiri.

Selain itu muncul juga gol bunuh diri dari Ahmad Jufriyanto di menit ke-56, bek Persib ini seakan sengaja menyundul bola ke gawang sendiri lantaran ia saat itu tak ditekan lawan sama sekali.

Apalagi Persela adalah tim yang masih tertahan di urutan ke-15 dengan catatan 34 poin. halaman 2 dari 3
LIB dengan tegas akan menindak segala hal yang mencurigakan, dan mereka sudah bekerja sama dengan pihak yang berkepentingan, seperti Satgas Antimafia Sepakbola, untuk memerangi hal yang tidak fair.

"Kami selalu melakukan pengawasan penuh terhadap pertandingan Liga 1, termasuk pekan-pekan krusial pada akhir kompetisi," beber direktur utama LIB, Dirk Soplanit, seperti dikutip rilis LIB.

"Bersama PSSI, kami akan menjaga semuanya sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan. Jadi, jika memang ada kecurangan, silakan dilaporkan dan semuanya akan ditindak sesuai dengan hukum yang ada,” sambungnya.

“Kami selalu memberikan informasi terkini dalam perkembangan kompetisi secara keseluruhan. Pak Ketum PSSI juga sudah memahami perkembangan kompetisi. Apalagi kompetisi Liga 1 2019 yang telah memasuki pekan-pekan krusial," papar Dirk.

"Beliau juga memberikan masukan-masukan penting tentang apa yang harus kami lakukan pada setiap fenomena yang muncul ke permukaan," sambungnya.

“Perlu dipahami bahwa keberadaan bapak Ketum di Filipina memiliki agenda dan tujuan yang lebih besar. Semua demi kepentingan timnas yang tampil membawa nama bangsa dan negara. Itu jauh lebih penting." halaman 3 dari 3
Klasemen Sementara Selengkapnya  







Berita Terkait


1579521602030

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?