Blak-blakan Edson Tavares: Persija Melakukan Banyak Kesalahan di Awal Musim


  •    Rizqi Ariandi
  •    05/12/19 - 18:00
  •    1544

Gerry Putra/Bolalob

Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares secara terbuka menyampaikan analisinya mengenai kondisi Macan Kemayoran musim ini. Menurut Edson, Persija membuat banyak kesalahan di awal musim.

Salah satu kesalahan fatal yang dibuat Persija adalah terlalu banyak mengganti pemain, terutama di sektor asing.

Seperti diketahui, pada awal musim Persija sempat mendatangkan bek asal Brasil Vinicius Lopes Laurindo atau Neguete. Dia didatangkan untuk menggantikan Jaimerson Xavier yang hengkang ke Madura United.

Namun, penampilang Neguete tidak memuaskan pelatih Persija ketika itu, Ivan Kolev. Persija kemudian melepasnya dan merekrut Steven Paulle dari PSM Makassar.




Sayangnya, penampilan Paulle juga tidak memuaskan. Bahkan, pemain asal Prancis itu lebih sering diparkir karena cedera. Dia kemudian dilepas dan digantikan oleh Alexandre Luiz Reame atau Xandao.

Tak hanya di sektor bek, Persija juga membuat kesalahan saat merekrut Jahongir Abdumuminov. Dia didatangkan untuk menambal posisi yang ditinggalkan Rohit Chand.

Setelah tampil dalam beberapa laga uji coba, termasuk di ajang Piala Indonesia, Persija memutuskan batal merekrut Abdu dan kembali memercayakan lini tengah kepada Rohit.

Terkini, menjelang putaran pertama berakhir, Persija memutuskan melepas gelandang asal Brasil, Bruno Matos. Dia kemudian bermain untuk Bhayangkara FC, sementara Persija mendatangkan Joan Tomas sebagai pengganti Bruno.

"Saya pikir, klub ini melakukan banyak kesalahan musim ini. Musim ini Persija banyak melakukan pergantian pemain, asing, hampir lima, juga pemain lokal. Semua ini adalah harga yang harus dibayar dari awal musim ini," kata Edson.




Edson yang datang ke Persija dengan situasi tim yang sedang terpuruk di papan bawah tentu dihadapkan dengan tugas berat. Beruntung, perlahan, mantan pelatih Yokohama FC tersebut mampu mengerek posisi Persija ke papan tengah.

Dari 11 pertandingan bersama Edson, Persija meraih lima kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kali kalah. Tim Ibu Kota pun kini menempati posisi 11 dengan poin 38 setelah sempat menghuni zona merah selama beberapa pekan.

Selama 11 laga memimpin Persija, Edson menilai Persija tidak memiliki kedalaman skuat yang cukup. Dia memberikan contoh saat memutuskan mengubah posisi Ryuji dari bek tengah ke gelandang bertahan. Menurut Edson, Persija tidak punya cukup pemain di posisi tersebut.

"Alhamdulillah dengan pengalaman saya di Asia, saya bisa pelan-pelan membenahi Persija. Sekarang tim ini harusnya bisa menjadi tim yang kuat, karena pemain yang ada di sini punya level yang sama dengan tim lain di Indonesia. Saya menaruh Ryuji jadi gelandang, karena apa? Karena tim ini punya stok pemain yang sedikit untuk menjadi sebuah tim besar. Seharusnya tiap posisi punya dua pemain dengan kualitas yang sepadan," kata Edson.







Berita Terkait


1579838401353

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?