Mengenal Luis Alberto, Gagal di Liverpool Jadi Pusat Permainan Lazio Musim Ini


  •    Robert
  •    29/12/19 - 12:32
  •    2566

Bolalob

Tak ada yang menyangka Lazio bisa memberikan dua kekalahan pada Juventus pada musim ini. Skor identik 3-1 untuk kemenangan Lazio sukses didapat di ajang Serie A dan juga gelar Supercoppa Italiana.

Ketika sepakbola Italia hanya menyoroti persaingan antara dua klub yakni Inter dan Juventus di Serie A, Lazio diam-diam merangsek naik ke tiga besar klasemen hingga pekan ke-16.

Sorotan untuk performa apik Lazio di musim ini juga tak lepas dari pengaruh pemain asal Spanyol Luis Alberto. Gelandang serang ini memiliki nilai transfer sebesar 40 juta euro pada musim ini atau naik dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.

Orang pasti lupa bahwa Luis Alberto pernah bermain untuk Liverpool. The Reds menebusnya dari Sevilla pada tahun 2013 dengan banderol 6.8 juta pounds. Namun ia tak banyak mendapat kesempatan dari manajer Brendan Rodgers kala itu, Liverpool lebih mengandalkan Philippe Coutinho dan Raheem Sterling bersama dengan Luis Suarez di lini depan.




Dirinya tiba dengan reputasi besar dari Sevilla, yang sangat mengesankan selama masa pinjaman di Barcelona 'B' pada musim sebelumnya.


Di usianya yang baru 21 tahun, dia tentu diharapkan akan menjadi pemain besar bagi klub dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Namun segalanya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Dia hanya membuat sembilan penampilan liga saat Liverpool berlari mengejar gelar, dengan total hanya 135 menit. Liverpool memutuskan untuk meminjamkannya di musim berikut, menghabiskan satu musim di Malaga.

Ia pun membuat peralihan sementara ke Deportivo, sebelum berangkat secara permanen pada musim panas 2016 ke Lazio dengan harga sekitar 4 juta euro. Semenjak berada di Roma karir dan permainannya pun menanjak. halaman 2 dari 4
Musim ini menjadi panggungnya Luis Alberto bersama Lazio, usai menjadi pemain yang mengkoleksi assist terbayak di lima liga top Eropa.

Dengan kreativitas Luis Alberto dan Cirro Immobile dan kekuatan Sergej Milinkovic-Savic, klub ibukota ini mampu melakukan serangan balik dengan cara yang brilian. Di belakang Manchester City, Lazio adalah tim Eropa kedua yang paling sedikit mengambil waktu penguasaan bola untuk memasuki 20 meter terakhir lapangan. Selain itu di sisi soliditas pertahanan Lazio memiliki pertahanan terbaik kedua di liga.


Sementara itu, Lazio duduk ketiga di Serie A, hanya enam poin di belakang pemimpin Inter, sementara mereka memiliki satu pertandingan di tangan.

"Memenangkan Supercoppa Italiana adalah sukacita yang besar," kata Luis Alberto dikutip dari laman Marca.

"Musim lalu sangat sulit dan kami ingin menutup tahun dengan penuh gaya. Hari-hari sebelum Supercoppa final saya merasa tidak nyaman, tetapi saya melakukan yang terbaik untuk bermain dan saya bahkan mencetak gol."

"Juve tampil sangat kuat di final dan mereka memberi kami masalah, namun ada piala yang dipertaruhkan, tetapi kami telah mengalahkan mereka di liga dan kami tahu kami bisa melakukannya lagi. Kami memiliki mentalitas apa yang bisa kami capai jika kami meninggalkan semuanya di lapangan di setiap permainan," ujarnya. halaman 3 dari 4
Luis Alberto telah mencetak empat gol dan 13 assist di semua kompetisi setelah menjalani musim di bawah standar 2018/19.

"Musim ini saya bermain di level yang sangat tinggi," lanjutnya. "Saya telah mengambil langkah maju dan saya merasa sangat nyaman dengan asumsi semakin banyak tanggung jawab."

"[Musim lalu] Saya tidak bisa melakukan pra-musim. Saya kehilangan segalanya. Saya memulai dengan 20 persen dan bermain hampir sepanjang tahun karena cedera."


Pemain asal Spanyol itu adalah pemain Serie A yang menciptakan peluang terbanyak untuk gol (50), sementara ia berada di urutan kedua ketika melewati pemain lawan (718).

Dia berada di urutan kelima dalam umpan silang yang sukses (29) di Italia dan menyelesaikan dribble kesembilan (32) sejauh musim ini. halaman 4 dari 4
Ia memiliki ambisi besar di tahun 2020 bersama Lazio: "Saya berharap semuanya berjalan dengan baik untuk saya," tambahnya.

"Saya sudah mengatakannya dalam satu kesempatan. Ada sesuatu yang akan membuat saya bersemangat: untuk pergi ke Kejuaraan Eropa [musim panas mendatang].

"Namun, itu tidak hanya bergantung pada saya karena ada adalah pemain hebat lain yang juga ingin pergi."

Dengan usia Luis Alberto sudah menginajk 27 tahun, dia memasuki masa puncaknya. Sementara ia baru memiliki satu caps bersama Spanyol, namun musim ini ia mulai kembali terpanggil kembali ke skuat La Furia Roja walau tak bermain. Tentu mimpi untuk tampil di Euro tahun depan sangat terbuka bagi Luis Alberto.



Pemain asal Spanyol tersebut juga mengungkapkan jasa pelatih Simone Inzaghi atas prestasi yang ditorehkan oleh Biancocelesti musim ini.

“Inzaghi adalah alasan utama periode ini, kami yakin sepenuhnya padanya, musim ini kami bisa menaikkan level yang telah kami tunggu selama beberapa waktu, kami ingin mempertahankannya hingga akhir nanti.”

Dengan posisi Lazio saat ini banyak yang menjagokan timnya menjadi salah satu calon peraih scudetto musim ini, namun Luis Alberto berusaha untuk tetap membumi.

“Scudetto? Itu bukan target realistis, kami harus melupakannya, kami akan fokus terhadap satu hal dalam sekali waktu. Saya yakin jika kami tetapi mempertahankan mental juara kami bisa meraih tujuan. Kami telah belajar dari kesalahan, dulu kami tidak bisa meraih apa yang ingin kami capai.”
Terakhir diubah:  03/01/20 - 14:44





Video Trending



Berita Terkait


1580090402137

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?