Gol Olimpiade Lagi Booming, Apa Itu dan Bagaimana Sejarahnya?


  •    Gerry Putra
  •    10/01/20 - 09:00
  •    1704

Teller Report

Baru-baru ini, publik dunia takjub dengan gol tendangan sudut dari Toni Kroos. Gol yang dikenal dengan nama 'Gol Olimpiade' itu membawa Real Madrid menang atas Valencia 3-1 dan melangkah ke final Piala Raja Spanyol. Lalu apa sih dan bagaimana sejarah Gol Olimpiade?

Nah, mari kita bahas soal gol dari sudut pojok dalam lapangan sepak bola. Tendangan sudut merupakan sebuah aturan dalam permainan sepak bola. Metode ini berasal dari Aturan Sheffield tahun 1867. Aturan tendangan sudut ini mulai diterapkan oleh federasi sepak bola di Inggris, yakni FA pada 17 Februari 1872.

Aturan ini biasanya diberikan kepada tim yang menyerang, namun bola meninggalkan lapangan permainan setelah terjadi kontak dengan pemain lawan. Tendangan sudut bisa menjadi peluang untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Meski kadarnya tak 90 persen seperti tendangan penalti atau tendangan bebas, namun tendangan sudut cukup menciptakan prahara di lini belakang lawan.




Namun tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Tendangan sudut juga bisa menghasilkan gol jika sang penendang punya akurasi tentang penempatan bola atau bisa membaca arah angin yang bertiup ke arah gawang.

Menariknya, gol melalui tendangan sudut ini punya julukannya sendiri. Dilansir dari Soccer 101, gol melalui tendangan sudut ini biasa disebut dengan gol Olimpiade atau tendangan Olimpiade.

Memang artinya pasti berbeda dengan novel karangan Hilman Hariwijaya, yakni Lupus: Cinta Olimpiade, tapi gol ini punya kesemaan dari segi semangat. Jika Lupus menjaga semangat cinta yang tak padam kepada Poppy, maka bisa dipastikan gol jenis ini dihasilkan dari semangat ingin membobol gawang lawan. halaman 2 dari 2
Julukan gol Olimpiade itu terjadi dan terkenal pada 2 Oktober 1924 saat Argentina melawan Uruguay. Adalah Cesareo Onzari yang pertama melakukan gol dari tendangan sudut saat Argentina memenangkan Olimpiade 1924. Lalu ada juga pemain Portugal bernana Joao Morais yang mencetak gol bagi Sporting Lisbon di final Piala Winners tahun 1964.

Namun, perlu pembaca catat bahwa pemain Turki bernama Sukru Gulesin. Ia mencetak 32 gol melalui tendangan sudut sepanjang kariernya. Tahun 1950 namanya masuk dalam catatn buku rekor dunia sebagai top skor pencetak gol dari tendangan sudut terbanyak di dunia.

Kini, penerus Gulesin masih tersebar di penjuru dunia. Banyak pesepak bola yang gemar mencetak gol dari tendangan sudut. Tak hanya pemain Eropa atau Amerika Latin saja, tapi pesepak bola dari Indonesia juga pernah beberapa kali melakukannya. Namun ada satu pemain Indonesia yang terngiang dalam ingatan penulis yang mampu mencetak gol dari tendangan sudut, yakni Uci Sanusi dari Persita Tangerang.
Terakhir diubah:  10/01/20 - 11:01







Berita Terkait


1580311202349

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?