Peringatakan Keras dari Shin Tae-yong: Pemain Timnas Kalau Belum Mati Harus Terus Berlari


  •    Kukuh Wahyudi
  •    23/02/20 - 12:41
  •    3978

Timnas saat beruji coba dengan Persita. (Bolalob/Gerry Putra)

Aspek fisik menjadi fokus utama manajer pelatih timnas, Shin Tae-yong, saat memimpin anak didiknya dalam pemusatan latihan (TC) timnas senior di Jakarta, 13-24 Februari 2020. 

Shin sampai harus mendatangkan tim dari negaranya, Korea Selatan, dalam menggelar tes fisik untuk pemain-pemain timnas. Dengan menggunakan alat berupa tabung bernama smart gate, Stefano Lilipaly dkk. diukur speed, agility, dan fitnes-nya secara detil. Ia tak mau salah data terkait kondisi pemainnya.

Alhasil, lantaran berorientasi pada area fisik, menu latihan untuk anak didiknya terbilang berat. Shin bahkan harus memotivasi pemainnya agar tak gampang menyerang.

Di depan pemainnya, juru taktik yang menukangi Korsel di Piala Dunia 2018 itu bahkan sampai membawa-bawa kata ”mati” agar Saddil Ramdani dkk. termotivasi lebih lagi.




halaman 2 dari 2

“Di Korea, kalau tidak mati lari terus. Tadi kan sebelumnya sudah dibicarakan, kalau kemarin sudah dibilang main 90 menit harus tidak ada yang kram,” tutur Shin dalam video unggahan PSSI di salah satu sesi latihan tim.

Kan sudah dibilang kalau sudah masimal harus dimaksimalin lagi. Yang berusaha maksimal di lapangan dia yang akan dipilih,” kata Shin melanjutkan.

Ia pun menekankan pentingnya seorang pemain pantang menyerah. “Kalau tak menyerah pasti semua bisa. Kalau tidak menyerah bisa meningkat,” kata pelatih berusia 50 tahun itu.








Berita Terkait


1583844417417

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?