Bepe dan Sudirman Kenang Sofyan Hadi sebagai Pelatih Bertangan Dingin


  •    Rizqi Ariandi
  •    12/03/20 - 13:30
  •    566

Bepe dan Sudirman Kenang Sofyan Hadi sebagai Pelatih Bertangan Dingin
Gerry Putra/Bolalob

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persija Jakarta. Salah seorang legenda Persija, Sofyan Hadi, kemarin, Rabu (11/3/2020) tutup usia.

Sofyan Hadi mengawali kariernya di Persija pada kompetisi perserikatan 1972. Sebelumnya, pada 1971, Sofyan bermain untuk PS Jayakarta, klub anggota Persija.

Saat menjadi pemain, Sofyan Hadi berhasil mempersembahkan tiga gelar juara perserikatan untuk Macan Kemayoran. Gelar itu didapat pada kompetisi tahun 1973, 1975, dan 1979.

Cerita manis Sofyan Hadi bersama Persija berlanjut pada 2001, saat dia berstatus sebagai pelatih. Berkat tangan dingin pria asli Betawi, kelahiran Tabanan, Bali, tersebut, Macan Kemayoran -julukan Persija- berhasil merebut gelar juara Liga Indonesia untuk pertama kalinya.




Salah seorang anak asuh Sofyan Hadi di Liga Indonesia 2001 adalah Bambang Pamungkas, manajer Persija saat ini. Bepe -sapaan karib Bambang Pamungkas- mengatakan sosok Sofyan Hadi sangat melekat dengan Persija.

“Berhasil membawa Persija Jakarta menjadi juara baik sebagai pemain maupun pelatih, tentu membuat Coach Sofyan Hadi melekat di hati kami, keluarga besar Persija Jakarta,” kata Bepe.

“Sebagai pemain yang pernah merasakan tangan dingin beliau sebagai pelatih, tentu saya sangat kehilangan. Doa terbaik untuk beliau dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga khusnul khatimah,” ujarnya menambahkan.




Tidak hanya Bepe yang pernah merasakan polesan "tangan dingin" Sofyan Hadi. Asisten palatih Persija, Sudirman, ternyata pernah menjadi anak asuh Sofyan Hadi.

Sudirman dan Sofyan Hadi pernah bekerja sama di PSPS Pekanbaru pada musim 2000. Setahun setelahnya, Sofyan Hadi bergabung dengan Persija.

Sudirman menilai Sofyan Hadi sebagai pelatih yang tegas dan disiplin. Sudirman yang kini menjadi asisten pelatih Persija mengaku terinspirasi oleh mantan pelatihnya tersebut.

“Dia adalah sosok yang disiplin. Tahun 2000 saya pernah dilatih almarhum di PSPS Pekanbaru, satu musim. dia disiplin dan tegas dalam menghukum pemain. Pada saat itu ada pemain tidak disiplin langsung diberi hukuman tegas,” kata Sudirman.

“Almarhum sosok yang memiliki karakter tegas. Dia tidak mementingkan pemain senior dan muda, Ia selalu adil. Pasti hal yang baik akan saya terapkan di segala hal saat saya melatih,” ujarnya.






Video Trending



Berita Terkait


1595941203026

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?