Kompetisi Terancam Dihentikan Penuh, Manajemen Persija Buka Suara


  •    Rizqi Ariandi
  •    28/03/20 - 09:00
  •    1990

Media Persija Jakarta

Manajemen Persija Jakarta akhirnya mengambil sikap tentang keputusan PSSI yang menyatakan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 berstatus force majeure.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada klub, PSSI memutuskan menunda kompetisi sampai 29 Mei, sesuai batas waktu status tanggap darurat bencana virus Covid-19 atau Corona dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun jika pemerintah melalui BNPB memperpanjang status tanggap darurat bencana Covid-19, maka kompetisi yang rencananya diputar kembali setelah 1 Juli 2020 akan secara otomatis dihentikan.




Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus mengaku pihaknya menghormati keputusan PSSI. Menurut Ferry, apa yang diputuskan PSSI merupakan opsi terbaik di tengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini.

“Kami tahu masyarakat Jakarta atau yang di luar Jakarta khususnya The Jakmania sangat mencintai Persija, tetapi kami harus mengikuti keputusan pemerintah dalam memerangi virus corona (Covid-19). Semua ini untuk kebaikan kita bersama,” kata Ferry dilansir dari laman resmi klub.

Lebih lanjut pria asal Manado ini meminta seluruh elemen Persija baik itu pemain, ofisial maupun suporter tetap mengikuti ajuran pemerintah. Hal ini dilakukan agar penyebaran virus Covid-19 bisa terus ditekan dan diminimalisir.

“Saya mengimbau untuk semuanya menjaga kesehatan dan mendukung instruksi pemerintah. Dengan menjaga diri, kita menyelamatkan orang tersayang,” tutupnya.

Persija sendiri baru memainkan dua pertandingan sebelum kompetisi musim ini ditunda. Pada pekan pertama, Persija berhasil mengalahkan Borneo FC dengan skor 3-2, lalu di pekan ketiga bermain imbang 2-2 dengan Bhayangkara FC. Adapun laga pekan kedua melawan Persebaya Surabaya ditunda karena masalah perizinan.






Video Trending



Berita Terkait


1591342202313

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?