Malaysia Disarankan AFC Tiru Langkah PSSI dalam Penanganan Virus Corona


  •    Kukuh Wahyudi
  •    01/04/20 - 07:00
  •    1526

Ilustrasi Liga SUper Malaysia. (Malaysianfootballleague)

Kompetisi di Malaysia sudah lebih dulu dihentikan dibandingkan Indonesia. Namun soal strategi penanganan pascaterhenti, ternyata tak lebih baik di mata Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Pasalnya, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), belum membuat langkah-langkah yang dinilai strategis untuk eksistensi klub.

"Dalam konteks Malaysia, AFC mendesak perwakilan tim dan pemain untuk menemukan model yang tepat dalam menangani konsekuensi yang mungkin terjadi. Seperti apa yang telah dilakukan oleh PSSI," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFC, Datuk Windsor Paul seperti dikutip dari New Straits Times.

Indonesia dinilai telah bergerak lebih di depan. PSSI telah menetapkan kapan liga bergulir lagi beserta opsi lainnya andaikan kondisi belum membaik. Selain itu, PSSI telah membuat peraturan klub boleh membayarkan gaji pemain (dalam periode Maret-Juni) hanya maksimal 25 persennya.




"PSSI duduk bersama dengan para pemangku kepentingan dan menyetujui solusi terkait kompetisi," kata Datuk Windsor.

Menurut AFC, jika tak ditetapkan peraturan seperti itu, keuangan klub bisa kacau. "Beberapa tim mungkin tidak memiliki dana yang cukup karena tidak memiliki pemasukan. Klub-klub juga mungkin tidak dapat memenuhi kewajiban kontrak mereka kepada para pemain," tutur Datuk melanjutkan.

"AFC akan mendorong FAM dan anggotanya untuk memahami situasi saat ini. Ini bukan saatnya untuk mencari kesalahan, tetapi saatnya untuk saling memahami. Singkatnya, kami membutuhkan semua orang untuk duduk dan mencari keputusan bersama," ucapnya melanjutkan. halaman 2 dari 2





Video Trending



Berita Terkait


1590853053034

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?