Pantau Keadaan Dunia Terkini dari Pelaku Sepak Bola Dalam Negeri


  •    Kukuh Wahyudi
  •    05/04/20 - 13:00
  •    378

Aleksandar Rakic. (Suci Rahayu/Kompas.com)

Hampir  tak ada lagi ingarbingar kehidupan yang muncul di segala sisi belahan bumi. Semua memilih hidup senyap dengan rasa khawatir terpapar virus Corona.

Pusat kota di setiap negara yang biasanya tak pernah tertidur, kini justru berhibernasi. Nyaris tak ada lalu lalang masyarakatnya, nyaris tak ada juga aktivitas.

Banyak perbatasan negara ditutup untuk sementara waktu. Kondisi di mana sudah dianggap tak ada lagi batas negara kini justru bediri tembok besar yang menghalanginya. Semua itu karena bagian dari perlindungan akan Corona.

Bolalob coba merangkum kondisi beberapa negara dari pelaku sepak bola dalam negeri soal negera asalnya. Berikut penyajiannya:


halaman 2 dari 3

Serbia

Aleksandar Rakic (Suci Rahayu/Kompas.com)

 

Striker Barito Putera asal Serbia, Aleksandar Rakic, menceritakan kondisi negaranya di tengah wabah virus Corona saat ini. 

"Serbia telah memberlakukan lockdown dan jam malam. Orang tidak dapat keluar rumah dari jam lima pagi hingga delapan malam," kata Rakic di situs resmi Liga 1.

"Ancaman tiga tahun penjara apabila tidak menaati aturan tersebut. Mall, restoran, transportasi publik dan bandara tutup tidak ada yang beroperasi. Hanya rumah sakit, apotek dan beberapa supermarket yang buka," ujar Rakic lagi.

Kamerun

Muhamadao Sadissou Bako (Banjarmasin Post)

 

Top skor Liga Indonesia 2001 bersama Barito Putera, Muhamadou Sadissou Bako, menceritakan kondisi negaranya di tengah wabah Corona.

"Masyarakat tidak bisa berkegiatan seperti biasa, termasuk liga Kamerun pun stop sementara," ujarnya di situs resmi Barito Putera.

halaman 3 dari 3

Mali

Makan Konate. (Persebaya)

 

Gelandang Persebata, Makan Konate, gagal pulang kampung ke Mali. Pasalnya, negara yang dipimpin Presiden Ibrahim Boubacar Keita itu telah memberlakukan lockdown sejak 26 Maret. Alhasil tak ada orang yang bisa masuk ke negara itu lagi. Bandar udara di Mali sudah menghentikan aktivitas penerbangan.

“Hingga tadi malam (4/4/2020) sudah ada 39 kasus. Bahkan bandar udara di Mali sudah menghentikan aktivitas penerbangan,” ucapnya di situs resmi Persebaya.

Tajikistan

Nuriddin Davronov. (Borneo FC)

 

Gelandang Borneo FC, Nuriddin Davronov, terpaksa harus menetap di Samarinda lantaran negaranya, Tajikistan, sedang menutup perbatasan negaranya.

Padahal, di Tajikistan belum ada satu kasus positif virus Corona. Pemerintahannya memilih untuk memproteksi itu sebelum ada virus yang menyebar di masyarakatnya.

"Di sana masih belum ada penyebaran virus dan tak ada yang sakit, namun mereka memilih untuk menutup perbatasan untuk membuat semuanya terkontrol. Makanya saya memilih untuk bertahan di Samarinda,"  tuturnya.






Video Trending



Berita Terkait


1591012801801

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?