CEO PSIS Sebut Laga Tanpa Penonton Bukan Solusi di Tengah Pandemi Covid-19


  •    Rizqi Ariandi
  •    08/04/20 - 22:00
  •    661

Istimewa

CEO PSIS Semarang, A Sukawijaya atau yang karib disapa Yoyok Sukawi menilai usulan menggelar pertandingan tanpa penonton di tengah pandemi Covid-19 bukan jalan keluar terbaik.

Saat ini kompetisi Liga 1 2020 sedang dihentikan untuk sementara waktu oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

PSSI dan PT LIN menyetop semua kompetisi sampai 29 Mei 2020 sesuai dengan batas waktu tanggap darurat Covid-19 yang ditetapkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Namun jika BNPB memperpanjang masa tanggap darurat, maka PSSI akan memutuskan kompetisi musim 2020 dibatalkan.




Sebelum hal itu terjadi, beberapa pihak mengusulkan agar pertandingan digelar tanpa penonton.

Namun menurut Yoyok, usulan tersebut tidak tepat.

“Harus diakui, situasinya sulit untuk merespon usulan tetap menggelar pertandingan tanpa penonton pasca status tanggap darurat akibat penyebaran Covid-19 berlalu. Menjalankan pertandingan tanpa penonton akan berdampak kerugian pada PSSI dan klub karena 80 persen pendanaan didapat dari sponsor dan penjualan tiket,” kata Yoyok.

Tak hanya tentang pengeluaran klub yang membengkak, Yoyok menyoroti soal aspek keamanan bagi pemain dan panitia pelaksana pertandingan.

Meski sebuah pertandingan digelar tanpa penonton, mobiilisasi orang-orang akan terus berjalan.

Di PSIS, minimal ada 35 orang yang harus terlibat dalam sebuah pertandingan.

Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya di tengah pandemi Covid-19 karena tidak menerapkan phsyical distancing yang dianjurkan pemerintah.

“Dalam kondisi ini memang harus dilakukan penghentian keseluruhan olahraga, baik itu dengan penonton maupun tanpa penonton dalam pertandingan,” katanya.






Video Trending



Berita Terkait


1591340402627

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?