Sekjen PSSI Mendapat Kritikan dari Anggota Komisi X DPR RI


  •    Gerry Putra
  •    09/04/20 - 12:30
  •    1282

Gerry Putra/Bolalob

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha mendapat kritikan dari Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin. Kritikan tersebut terkait dengan beberapa keputusan yang diambil Ratu Tisha di federasi.

Salah satu yang disoroti Djohar adalah keputusan Tisha yang menunda pertandingan final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, 28 Juli tahun lalu.

Ketika itu, Tisha mengeluarkan keputusan menunda pertandingan setelah terjadinya insiden pelemparan batu terhadap bus yang ditumpangi tim Persija.

Djohar menilai keputusan itu tak seharusnya dilakukan. Sebab, sudah ada surat jaminan keamanan untuk tetap menggelar laga tersebut dari pihak keamanan setempat.




Djohar yang juga mantan Ketua Umum PSSI itu kecewa ketika Komisi X mengundang PSSI untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), tapi hal itu tak dilakukan oleh yang bersangkutan.

"Mungkin karena kesibukan Sekjen ke Komisi X. Itu harusnya diingatkan oleh Ketum PSSI dan Exco, ini malah kami yang mengundang lagi," kata Djohar saat RDPU virtual bersama PSSI, Rabu (8/4/2020).

"Kemudian, kejadian saat di SEA Games, Manila. Dari KBRI kami diminta masuk sebagai undangan VIP tapi ternyata di kursi tak ada nama kami, tapi ada tiga nama lain. Saya tanya, siapa yang memasukkan tiga nama itu? ternyata Sekjen," tambah Djohar Arifin

"Akhirnya kami duduk di bangku biasa. Kemudian Sekjen Filipina datang dan mengajak kami pindah tapi Sekjen kita tak peduli. Selama sekjen (Ratu Tisha) ini saya tidak pernah diundang," ucapnya.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang juga ikut serta dalam rapat virtual itu meminta maaf perihal hal tersebut. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengatakan akan ada evaluasi terkait dengan kinerja Sekjen.

"Berkaitan dengan adanya Sekjen menunda dua kali pertandingan (karena) alasan keamanan. Alhamdulillah pada saat pimpinan kami sudah kami evaluasi," ujar Iriawan.

"Memang saya melihat terlalu overlapping keberadaan sekjen, sehingga bapak bisa tahu sekarang yang bersangkutan tidak ada lagi memberikan keputusan yang bersifat strategis, bahkan penyampaian-penyampaian di media pun saya ambil alih semua. Karena memang ada hal yang kurang pas," tutur Iwan Bule.





Video Trending



Berita Terkait


1590636602621

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?