Dongeng 'Cinderella' di Persiba Balikpapan Pada Musim 2016


  •    Robert
  •    15/04/20 - 16:00
  •    1.995

Dongeng 'Cinderella' di Persiba Balikpapan Pada Musim 2016
Istimewa

Tahun 2015 menjadi momen terburuk dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, dimana FIFA memberikan sanksi kepada PSSI karena dinilai adanya intervensi pemerintah dalam aktivitas sepakbola di Tanah Air.

Tak adanya liga resmi membuat masyarakat haus akan tontonan sepakbola di negeri ini. Dan Indonesia Soccer Championship hadir dan diselenggarakan oleh PT Gelora Trisula Semesta yang merupakan anak perusahaan PT Liga Indonesia. ISC A dikuti 18 tim terbaik yang akan saling bertanding satu musim kompetisi.



Pelatih asal Brasil, Jaino Matos berbicara eksklusif dengan BOLALOB untuk mengenang masa itu. Dimana Ia mengatakan ada dongeng Cinderella saat dirinya menangani Persiba Balikpapan di tahun itu.

Baca Juga :


"Setelah saya membawa Borneo FC juara di Piala Gubernur Kaltim 2016, Saya mendapat tawaran untuk menjadi pelatih kepala Persiba di ISC A 2016. Kami pun melakukan seleksi selama dua pekan sebelum kompetisi dimulai. Persiba tak memiliki pemain saat itu, hanya memiliki dana minum dan kami mulai mencari pemain," ujar Jaino.

"Saat itu adalah momen pertama kalinya Bima Sakti sebagai asisten pelatih dan juga pemain. Kami memiliki banyak kesamaan dalam prinsip hidup. Yang terpenting adalah integritas, semuanya tak ada intervensi dari manajemen. Semua urusan dan pemilihan pemain jadi tanggung jawab Saya dan Bima. Itu membuatnya berjalan dengan muda," ingatnya kala itu. halaman 2 dari 4
Jaino yang merupakan inisiator dalam membangun akademi Persib (Diklat) angkatan pertama mengingat banyak nama-nama yang melakoni debut sebagai pemain profesional di skuat Beruang Madu kala itu. Ia pun membawa beberapa nama yang pernah menjadi anak asuhnya di Diklat Persib.

Banyak pemain binaan Jaino dari Diklat Persib menjadi andalan Timnas Indonesia saat ini dan tulang punggung di klubnya masing-masing di kancah Liga 1.

"Di posisi penjaga gawang ada Beny Alfon dan Kurniawan Kartika Ajie yang saat itu pertama kali bermain profesional. Ia tak sanggup berlatih keras kala itu. Beberapa nama yang saya pilih antara lain Iqbal Samad, Kurniawan Karma seorang pemain loyal dari Makassar. Lalu ada Ledi Utomo yang selalu membantu kapan pun dibutuhkan," lanjut Jaino.



"Saya juga ingat Abdul Rahman, seorang penjaga mess yang saat ini menjadi bek Timnas Indonesia. Ia berlatih keras di Persiba untuk menjadi salah satu bek kiri terbaik di Indonesia," ujarnya.

"Gusti Rustiawan juga adalah jebolan Diklat Persib, ia sempat tak ingin bermain sepakbola lagi tapi Persiba menjadi batu loncatannya. Asnawi Mangkualam masih berusia 17 tahun dan juga Hanif Sjahbandi yang berusia 18 tahun. Keduanya memainkan debut profesionalnya di Persiba."

"Untuk Asnawi dia sempat berada dua bulan di Diklat Persib sebelum ibunya menyuruhnya kembali pulang ke Makassar. Kami berani memainkan pemain muda di tim inti kala itu." halaman 3 dari 4
Jaino tentu tak lupa perjalanan awal Abdul Aziz ke liga profesional, dimana ia sempat sibuk di dunia futsal dan tak yakin bisa kembali bermain di sepakbola. Saat ini Abdul Aziz menjadi pemain andalan Persib Bandung dan sempat bermain apik untuk PSMS Medan. Begitu juga cerita tentang pemain asing yang saat itu direkrut olehnya.

"Abdul Aziz sudah tak bermain sepakbola selama satu tahun kala itu, dia bermain Futsal di Bandung. Ia sempat tak yakin ketika saya menghubunginya dan mengatakan: "Coach Jaino yakin saya bisa main di Liga?', begitu juga dengan Heri Susanto yang kita bawa dari klub amatir di Batam (PS Citramas). Dan dua pemain asing, Shohei Matsunaga dan Antonio Teles tak ada yang percaya dengan mereka. Keduanya sudah ikut seleksi di berapa klub sebelumnya tapi tidak lolos, saya dan Bima sudah tau persis kemampuan Shohei, waktu di Persib dan Gresik tapi lebih penting dari kemampuan adalah sikap, dedikasi dan kejujuran. Ini alasan saya langsung telepon Shohei. Ia menjadi pemain kunci tahun tersebut dan menjadi top scorer di Persiba sebelum dia gabung Persib."

"Siswanto yang pada musim sebelumnya tampil buruk, sukses melakukan comeback mengesankan dengan kita. Kami memiliki bakat asal Papua dalam diri, Melcior Leideker Majefat. Ia tak pernah terbang dengan pesawat sebelum pergi ke Balikpapan dari Papua Barat. Ade Aldo Kurniawan datang dari skuat PON Jawa Tengah."



"Kami berlatih dan bekerja sangat keras saat itu, kami tau semuanya akan terwujud jika kita kerja keras. Uang bukan motivasi kami, tapi yang menjadi motivasi kami adalah kehidupan setelah di Persiba nanti. Kami memiliki tim dengan mayoritas belum bermain di liga sebelumnya. Tapi kami punya mimpi," kata Jaino.

Walau hanya bisa finis di posisi ke-13 di klasemen akhir ISC, Persiba sukses menampilkan sejumlah permainan yang memukau saat melawan tim besar. Jaino tak akan pernah lupa dengan kondisi lapangan di Stadion Parikesit yang diibaratkan seperti sawah.

"Kami bermain imbang melawan tim besar seperti Persib dan Sriwijaya, kami menang di Persela Lamongan dan Persegres Gresik. Dimana saat itu tim besar kalah saat bertandang ke kedua tim itu. Kami bisa menahan imbang Persipura di Jayapura yang pada akhirnya keluar sebagai juara ISC.

"Kemenangan kami dapat saat menjamu Persija, kami menjadi tim satu-satunya yang menang kandang dan tandang dari Bali United. Di Bali kami menang 3-2 dan Asnawi mencetak gol kemenangan di suia 17 tahun.

"Tim kami saat itu memiliki jati diri dengan memainkan sepakbola agresif, langsung dan ke depan. Kami tak takut dengan siapapun, kami banyak menghabiskan waktu di gym. Apalagi saat musim hujan di Balikpapan, lapangan kami seperti sawah. Bagaimana kami berlatih taktik dengan lapangan seperti ini?."

"Jadi selama bulan puasa kami hanya berlatih malam hari dan sering sampai jam 12 malam lalu juga di gym. Semua pemain senang untuk melakukan itu dan mereka tau kami sedang membangun sesuatu untuk masa depan. Setelah tahun 2016 hampir 90% pemain pergi ke klub dengan kontrak yang lebih baik dan juga untuk Timnas. Jadi semua yang berada di Persiba saat itu adalah dongeng Cinderella sebenarnya." halaman 4 dari 4
Daftar Pemain Persiba di ISC 2016:

4. Asep Budi Santoso
5. Antônio Teles (Brasil)
6. Ledi Utomo
7. Gideon V. Way
8. Syamsir Alam
10. Vinicius Reis (Brasil)
11. Bima Sakti Tukiman
13. Kurniawan Karman
17. Abdul Rahman
18. Shohei Matsunaga (Jepang)
19. Iqbal Samad
20. Ahmad Ihwan
22. Siswanto
23. Yoewanto Setya Beny
25. Asnawi Mangkualam
26. Dirkir Kohn Glay (Liberia)
32. Absor Fauzi
71. I Gusti Rustiawan
77. Rahel Radiansyah
78. Alfonsius Kelvan
88. Abdul Aziz Lutfi Akbar
89. Oktovianus Maniani
91. Fengky Turnando
93. Bayu Guntoro
94. Heri Susanto
96. Kurniawan Kartika Ajie
Terakhir diubah:  15/04/20 - 18:41






Video Trending



Berita Terkait


1602154801927

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?