Kebijakan Baru Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020


  •    Gerry Putra
  •    16/04/20 - 21:00
  •    377

Istimewa

Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (National Olympic Committee - NOC), Ferry Kono ingin cabang olahraga (cabor) lebih intensif berkomunikasi dengan federasi internasional.

Hal itu diungkapkan setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerbitkan kebijakan baru terkait sistem kualifikasi usai penundaan Olimpiade 2020 Tokyo akibat pandemi virus corona atau covid-19.

“Hasil komunikasi dan koordinasi ke federasi internasional ini penting untuk dilaporkan kepada NOC sehingga kami dapat membantu melakukan langkah-langkah komunikasi formal untuk membuka peluang lebih banyak atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 2021 nanti,” tutur Ferry Kono, Kamis (16/4/2020).

Poin kebijakan baru itu terdapat direvisi dalam sistem kualifikasi terbaru yang dikeluarkan 30 Maret 2020. NOC sudah menyebarkan kebijakan baru IOC tersebut ke masing-masing cabor.




Salah satu poin yang dibahas IOC yakni batas waktu terbaru dan periode kualifikasi. IOC mengeluarkan batas waktu periode kualifikasi adalah 29 Juni 2021.

“Federasi internasional masing-masing cabang olahraga (cabor) dapat menentukan batas waktu periode kualifikasi sendiri jika akan dilaksanakan sebelum batas waktu entry by name yang ditetapkan IOC yakni 5 Juli 2021,” tulis keterangan IOC.

Terkait alokasi kuota, IOC memastikan atlet yang sudah mendapatkan tiket ke Olimpiade 2020 sebelum penundaan tetap aman.

Sejauh ini, 57 persen dari total kuota atlet telah dialokasikan dan ada sekitar 5.000 kuota atlet yang masih diperebutkan sampai periode kualifikasi berakhir pada 29 Juni 2021.





Video Trending



Berita Terkait


1574830802186

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?