Persamaan Mencari Pesepak Bola dengan Mencari Seekor Burung Menurut Aji Santoso


  •    Kukuh Wahyudi
  •    28/04/20 - 15:30
  •    362

Aji Santoso, pelatih Persebaya. (Persebaya)

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, memanfaatkan vakumnya Liga 1 2020 dengan merawat burung-burung koleksinya.

"Dari siang sampai sore saya biasa duduk santai di rumah sambil mendengarkan kicau burung," katanya di situs resmi klub.

"Saya punya empat burung murai batu. Burung cucak cungkok ada tiga ekor, ini asli dari Tiongkok. Burung sikatan londo yang dari Eropa pun saya punya satu ekor. Burung cililin ada dua ekor. Serta beberapa burung kenari," ujar Aji lagi.

Di dunia perburungan, pemilik Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) itu sebenarnya bukan hanya sekadar hobi. Ia sempat berniat menjadi pebinis burung.

Dulu ia pernah menjadi peternak burung murai. Tak tanggung-tanggung, ia memiliki 21 kandang untuk mendukung ternaknya itu.




"Sekarang hanya tinggal beberapa pasang saja. Sebab saya sendiri fokus 100 persen ke sepak bola. Saya khawatir tak bisa konsentrasi ke burung. Jadi untuk sementara ini tak lagi jadi peternak, hanya pehobi," tutur mantan pelatih tim Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 tersebut.

Menurut Aji, bermain burung selaras dengan melatih sepak bola. Pasalnya, mencari burung pun harus bisa melihat kemampuan terpendamnya. Sama seperti mencari pesepak bola.

"Ketika saya menemukan pemain muda bakat dan belum punya pengalaman, itu membuat saya senang. Saya merasa puas ketika mereka menjadi pemain top," ujarnya.

"Sama dengan memelihara burung. Menjadi kepuasan tersendiri ketika menemukan burung yang berbakat bagus, dan bisa menjadikannya burung berkualitas. Ini sama seperti filosofi saya sebagai pelatih," tutur pelatih yang mengarsitek timnas U-23 di SEA Games 2015 itu. halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1593585001325

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?