Persija, Produsen Bek Kiri Berkualitas di Akhir ISL dan Era Liga 1


  •    Kukuh Wahyudi
  •    13/05/20 - 15:00
  •    587

Persija, Produsen Bek Kiri Berkualitas di Akhir ISL dan Era Liga 1
Rezaldi Hehanusa (Bolalob)

Hampir dalam satu dekade terakhir ini, Persija sukses memproduksi bek kiri-bek kiri dengan reputasi jempolan. Setidaknya itu terjadi sejak Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Prima Indonesia (LPI) bersatu pada 2013.

Di mulai pada 2013, ada nama Johan Ahmad Farizi. Kedatangannya ke Persija dengan status pinjaman dari Arema. Ia tak terpakai di tim aslinya kala itu.

Namun setelah "bersekolah" di Persija, Arema sadar bahwa pemainnya memiliki kemampuan luar biasa. Setelah bermain 16 kali dalam setengah musim bersama Persija, ia tampil apik di sektor kiri pertahanan Macan Kemayoran. Kini, pos bek kiri Arema seolah menjadi miliknya.

Setelah Johan Farizi kembali ke Arema, muncul lah era Abduh Lestaluhu. Berlabel sebagai jebolan Persija U-21, ia membuktikan diri mampu bersaing untuk menembus tim senior.

Namun saat digadang-gadang menjadi bek kiri reguler di Persija, ia hengkang ke Tira Persikabo. Tapi berkat Persija, karier Abduh menanjang hingga akhirnya menembus timnas SEA Games 2015 dan Piala AFF 2016.


halaman 2 dari 3
Dany Saputra (Bola.com/M. Ichsan)

Berbarengan dengan Abduh, sebenarnya Persija juga memiliki Dany Saputra. Alwanya tak banyak yang tahu sepak terjang bek asal Kediri itu.

Tapi, toh Persija mempercayainya. Di Liga 1 2014, Dany bermain 17 kali. Setelah itu, ia menembus skuad timnas di Asian Games 2014 dan sempat mencicipi timnas senior di laga uji coba.

Akhirnya, Dany pergi meninggalkan Persija dengan durasi waktu yang singkat seperti Farizi dan Abduh.

Kemudian muncul Andik Rendika Rama, bek muda jebolan Persela. Ia tampil sangat baik di ISC A 2016. Totak dirinya bermian di 31 kali pertandingan.

Ujungnya, banyak tim yang menggodanya untuk pindah. Alhasil, ia hanya satu musim di Persija dan kemudian hengkang ke Madura United. Kini dirinya menjadi pilihan utama di sana dalam tiga musim terakhir.


halaman 3 dari 3
Andik Rendika Rama (Indonesiansc.com)

Hijrahnya Andik ke Madura, menjadi berkah tersendiri untuk Rezaldi Hehanusa, pelapisnya saat di ISC A.

Setelah Farizi, Abduh, Dany, dan Andik hanya selayang pandang, era Rezaldi hadir. Sempat bersaing dengan Michael Orah yang didatangkan untuk menggantikan Andik pada 2017, Rezaldi bersaing dengan baik.

Dia lah yang akhirnya menjadi bek kiri reguler. Di musim debutnya (2017), ia tampil 20 kali dan menampilkan kinerja luar biasa. Puncaknya, ia dipanggil timnas untuk Asian Games 2018 dan timnas senior.

Meski sama-sama memiliki karier cemerlang setelah bertugas sebagai bek kiri Persija, Rezaldi ternyata memiliki karier panjang di Jakarta. Musim 2020 menjadi tahun kelimanya (ISC A 2016 termasuk) bersama Persija.

Sebelumnya artikel ini berjudul "Kisah Bek Kiri Persija, dari Selayang Pandang Hingga Berkarier Panjang".
Terakhir diubah:  14/05/20 - 05:08






Video Trending



Berita Terkait


1594719003034

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?