Daftar Pemain Lokal di Eropa, Mulai dari Jebolan Primavera Hingga Usaha Mandiri


  •    Kukuh Wahyudi
  •    14/05/20 - 20:30
  •    1738

Egy Maulana Vikri. (Lechia Gdansk)

Sejak tiga dekade terakhir, sepak bola Indonesia sebenarnya tak hanya rajin mengimpor pemain dari Eropa. Tapi, nyatanya juga rajin mengirim pemain ke sana.

Gelombang pertama adalah anak didik program PSSI Primavera. Di mana ada beberapa pemain yang akhirnya tercatat pernah masuk skuat tim elite di Benua Biru itu.

Hingga akhirnya kini para pemain Tanah Air berjuang secara mandiri untuk menembus tim Eropa. Satu nama dengan popularitas tinggi adalan Egy Maulana Vikri.

Saat ini ia sudah memasuki musim kedua di Lechia Gdansk, Polandia. Egy masih berjuang untuk menembus skuat utama di sana.
Selain Egy dan alumni Primavera, masih ada beberapa nama lain yang tercatat sempat dikontrak klub Eropa. Berikut ulasannya:


halaman 2 dari 5
Jebolan Primavera
Kurnia Sandi saat bergabung dengan Sampdoria. (Liputan6.com/altervista.org)

Awal 1990-an PSSI memiliki program ambisius bertajuk PSSI Primavera di Italia. Program tersebut bertujuan menggembleng pemain muda U-17 dengan didikan Eropa. Usai menyudahi program tersebut, beberapa nama tampil mencolok dan diminati tim-tim Eropa.

Kurniawan Dwi Yulianto menjadi salah satunya. Ia sempat bergabung dengan Sampdoria dan dibawa tur ke Asia. Namun, di Sampdoria ia tak dikontrak profesional. Karier profesionalnya baru dimulai di klub kasta tertinggi Swiss, FC Luzern.

Selain Kurniawan, ada Kurnia Sandy dan Bima Sakti. Kurnia Sandy sempat berstatus sebagai kiper keempat Sampdoria. Namun, sayangnya ia belum merasakan atsmosfer Serie A.

Bima Sakti pun sempat merapat ke klub Swedia, Helsinborg. Namun, saat itu ia hanya menjalani trial bersama rekan-rekannya yang lain juga, seperti Supriono, Anang Ma'ruf, Indriyanto Nugroho, dan Eko Purjianto. halaman 3 dari 5
Alumni SAD
CS Vise

Setelah Primavera berakhir, muncul lah program serupa sejak 2008, yaitu SAD Deportivo. Jika PSSI Primevera ke Italia, SAD ke Uruguay.

Ujungnya, alumni SAD mendapatkan kans untuk berkarier di luar negeri, sebut saja Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, Yericho Christiantoko, dan Yandi Sofyan.

Keempat nama itu akhirnya bergabung dengan klub kasta kedua Belgia, CS Vise. Namun, semuanya tidak mendapatkan menit main yang ideal.


halaman 4 dari 5
Arthur dan Gavin
Gavin Kwan Adist. (Tribunnews.com)

Selain jebolan Primavera dan SAD, selanjutnya mulai rutin pemain-pemain Indonesia menjalani trial ke Eropa. Arthur Irawan dan Gavin Kwan Adsit menjadi contohnya.

Arthur tercatat pernah bermain untuk Espanyol B pada musim 2013/14. Setelah dari Espanyol B, Arthur pindah ke Malaga B dan Wassland-Beveren (Belgia) hingga akhirnya kembali ke Indonesia.

Sementara itu, Gavin sempat mencicipi berkarier di tim Eropa, CFR Cluj dari Rumania pada 2013. Namun, ia hanya bergabung dengan tim juniornya selama satu tahun.



halaman 5 dari 5
Era Liga 1
Berikutnya masih banyak lagi yang meniti karier di Eropa, sebut saja Dallen Doke dan Mahir Radja Satya yang bergabung dengan tim Divisi Empat Spanyol, CS Castellon.

Ada juga Yussa Nugraha. Semula ia mendapat tempaan dari tim junior Fayenord dan berlanjut ke SVV Scheveningen dan kini di HBS Craeyenhout U-19.

Kemudian ada Firza Andika, Witan Sulaiman, dan Egy Maulana Vikri.

Firza sempat bergabung dengan klub Belgia, AFC Tubize, Witan kini berseragam tim Serbia, FK Radnik, dan Egy bermain untuk Lechia Gdansk di Polandia.
Terakhir diubah:  14/05/20 - 22:17





Video Trending



Berita Terkait


1584800352965

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?