Ada Dua Opsi untuk Mengubah Format Liga 1 2020, Mana yang Terbaik?


  •    Kukuh Wahyudi
  •    15/05/20 - 16:30
  •    556

Ada Dua Opsi untuk Mengubah Format Liga 1 2020, Mana yang Terbaik?
Ilustrasi Liga 1 2020. (Liga 1)

Sudah banyak pihak yang mengingikan Liga 1 2020 dihentikan saja dan beralih ke ajang lain untuk menggantikannya. Pasalnya, sudah sekitar dua bulan ini liga terhenti dan belum jelas nasib ke depannya, dilanjutkan atau tidak.

PSSI masih menunggu sampai 29 Mei 2020. Di mana saat itu masa tanggap darurat bencana Indonesia berakhiir.

Bila tanggap darurat itu tak diperpanjang, PSSI sudah memiliki rencana akan memulai kompetisi lagi sejak Juli. Jika diperpanjang maka musim 2020 resmi diakhiri.

Baca Juga :
halaman 2 dari 4
1. Hapus Putaran Kedua
Namun, ada beberapa pelatih yang menginginkan Liga 1 2020 harus tetap dilanjutkan lagi meski pun ada perubahan skema. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra alias Teco, ia memiliki saran untuk melanjutkan kompetisi.

"Liga lebih bagus (daripada turnamen), tapi mungkin formatnya beda. Bisa main satu putaran saja, tiga tim posisi terbawah degradasi. Delapan tim teratas bisa main 8 besar, kemudian 4 besar dan final. Lebih sedikit pertandingan daripada main dua putaran," tutur Teco.

Jika jumlah laga lebih sedikit, maka musim ini bisa berakhir sesuai jadwal meski sempat terhenti beberapa bulan.

Baca Juga :
halaman 3 dari 4
2. Skema Sentralisasi
Opsi kedua datang dari salah satu tim pelatih di Liga 1 2020 yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyarankan ada baiknya melanjutkan Liga 1 dengan skema sentralisasi. Wilayah Jabodetabek plus Bandung menjadi pilihan cocok untuk menampung 18 tim yang akan berlaga.

Ada sekitar sembilan stadion yang bisa dipakai sebagai markas tim. Ada Stadion Gelora Bung Karno, PTIK, dan Stadion Madya di Jakarta.

Di Jawa Barat ada Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Si Jalak Harupat (Bandung), Pakansari (Cibinong), Patriot (Bekasi), dan Wibawa Mukti (Cikarang). Di Tangerang ada Stadion Sport Center yang bisa digunakan tim selain Persita.

"Klub bisa lebih hemat biaya (tak ada biaya transportasi pesawat), lebih aman (interaksi pemain dan ofisial makin minimalis), dan tingkat kelelahan tidak terlalu terporsir (jarak antara stadion dekat) sehingga performa pemain tetap terjaga," tuturnya kepada Bolalob. halaman 4 dari 4


Terakhir diubah:  16/05/20 - 12:46






Video Trending



Berita Terkait


1625117402583

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?