Bonsu Hasibuan Wafat: Profil Pelatih Vamos Mataram, Dari Jalanan Hingga Podium Juara


  •    Rissalah Maulana
  •    16/05/20 - 02:50
  •    2076

Bolalob

Dunia futsal Indonesia dikejutkan dengan kabar duka pada Jumat (15/5) malam. Pelatih kepala Vamos Mataram, Bonsu Hasibuan, meninggal dunia.

Bonsu terindikasi mengalami serangan jantung saat bermain futsal bersama tim PON NTB dan mantan anak asuhnya di Mataram FC. Bonsu sendiri punya jejak panjang perjalanan di futsal Indonesia.

Lahir di Medan, 10 Februari 1983, Bonsu muda sempat punya masa lalu kelam dengan menjadi pengedar Narkoba di kampung halamannya di Tapanuli Selatan. Semua berubah kala temannya tertangkap. Takut diburu oleh Polisi, Bonsu akhirnya kabur ke Bandung pada 2007. Di kota inilah perlahan hidup Bonsu berubah.

Sempat menggelandang dan tidur di masjid dengan bekerja serabutan selama 1,5 tahun, Bonsu akhirnya masuk ke dalam komunitas Rumah Cemara. Sebuah lembaga dan perkumpulan yang merehabilitasi para pecandun Narkoba dan pengidap HIV/AIDS serta orang-orang yang terpinggirkan seperti anak jalanan sepertinya.





halaman 2 dari 4
Nama Bonsu terangkat di komunitas ini karena pernah tampil sebagai pelatih dan pemain di Homeless World Cup yang merupakan Piala Dunia sepakbola jalanan untuk kaum marjinal. Indonesia bahkan pernah menembus empat besar di HWC 2012.

Selain menjadi aktivitis di komunitas tersebut, Bonsu juga menyibukan diri bermain futsal bersama tim besutan komunitas tersebut yaitu Dalka Rumah Cemara (DKRC). Dari futsal perlahan karir Bonsu naik dan sempat memperkuat tim Biangbola di liga futsal musim 2008-2010.




Setelahnya, Bonsu lebh aktif menjadi pelatih di beberapa tim amatir dan kampus. Salah satunya adalah Universitas Kristen Indonesia. Bonsu sempat lama tinggal di sebuah mess pemain UKI di Cawang, untuk menangani skuat ini. UKI sempat dihuni oleh beberapa pemain bintang futsal Indonesia seperti Andri Kustiawan dan kiper Muhammad Nazil.

Di karir kepelatihan di liga futsal pro, Bonsu mencatatkan debut sebagai pelatih kepala di Anker FC Mataram musim 2013. Hingga akhir hayatnya, Bonsu mengabdi di klub yang pada 2014 mengubah nama menjadi Vamos Mataram.

Mulai dari direktur teknik, pelatih kepala hingga asisten pelatih pernah dilakoni Bonsu di dalam skuat. Pelatih pengagum Liverpool dan PSMS Medan ini bahkan pernah menjadi salah satu kandidat pelatih timnas futsal. Pengabdiannya di futsal Nusa Tenggara Barat cukup panjang sejak 2013. Bonsu bahkan sukses meloloskan tim NTB ke PON 2020 futsal.





halaman 3 dari 4
Bonsu juga dikenal banyak mengorbitkan pemain-pemain pantauannya. Saat aktif di Bandung, Bonsu beberapa kali membawa pemain-pemain dari Sukabumi, Cianjur untuk bermain di beberapa tim. Salah satu momen menarik saat 2015 di mana Bonsu berani memasukan nama Samuel Amos Ronsumbre, pemain asal Papua yang kala itu masih berusia 18 tahun ke dalam skuat Vamos.

Nama Bonsu akan selalu dikenang dalam sejarah futsal Indonesia. Rest in Peace coach!




Bonsu Hasibuan
Tempat, tanggal lahir: Medan, 10 Februari 1983
Tinggi dan Berat: 172 cm, 66kg

Karir:
Pemain
Biangbola FC (2009-2010)
Kutai Timur (2011)

Pelatih
DKRC Bandung (2007)
Futsal 35 (2008)
Persikutim Futsal (2011-2012)
UKI Jakarta (2010-2014)
Pepermi FC Sukabumi (2014)
Vamos Mataram (2013-2020)
Mataram FC (2015)
Pra PON NTB (2015-2020)
Homeless World Cup (2011-2014)

Prestasi:
Juara Piala Futsal Indonesia 2010 (Futsal 35)
Juara Lifuma 2010 dan 2011 (UKI Jakarta)
Juara Kit Futsalismo 2010 dan 2011 (UKI Jakarta)
Juara My Futsal Tournament 2014 (Pepermi FC)
Juara Liga Futsal Nusantara 2015 (Mataram FC)
Peringkat 4 Homeless Worldu Cup 2012 Prancis (Tim Indonesia RC)
Juara Pro Futsal League 2018, 2019 (Asisten Pelatih Vamos)

halaman 4 dari 4


Syahidansyah Lubis, Merantau untuk Jadi Pemain Futsal! - Futsal Talk

Terakhir diubah:  16/05/20 - 08:38





Video Trending



Berita Terkait


1591111234609

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?