Duka Futsal Indonesia Untuk Wafatnya Bonsu Hasibuan


  •    Rissalah Maulana
  •    16/05/20Β -Β 04:20
  •    2326

Bolalob

Kepergian Bonsu Hasibuan, pelatih kepala Vamos Mataram, meninggalkan duka untuk futsal Indonesia, khususnya para pemain yang pernah dibinanya.

Bonsu terindikasi mengalami serangan jantung saat bermain futsal bersama tim PON NTB dan mantan anak asuhnya di Mataram FC pada Jumat (15/5) malam.

Samuel Amos Ronsumbre, pemain Black Steel Manokwari asal Papua, punya momen tersendiri terhadap Bonsu. Dialah pelatih yang mengorbitkan Amos saat masih berusia 18 tahun dengan merekrutnya untuk bermain di Vamos pada putaran kedua Futsal Super League 2015. Bonsu sudah dianggap seperti bapak sendiri oleh Amos.





halaman 2 dari 3
Kenangan lainnya ditunjukan Bambang Bayu Saptaji. Bonsu merupakan pelatih pertama Bayu saat debut bersama Vamos di liga 2016. Gagal juara di 2016, Bayu dan Bonsu sukses meraih gelar juara liga musim 2017 dan 2018.


"Hanya tinggal doa yang saya bisa ucapkan untuk coach !! Orang baik, humble,selalu ingin belajar !!! Banyak kenangan suka dan duka sama coach !! Mau gak alay tetep gak bisa coach !!! Saya tetep ungkapin πŸ˜” Tahun 2016 tahun terbaik bersama coach, kita gagal tahun itu coach , tapi seenggakya kita udah pke jas kelapangan bareng ya coach 😭 !!
Saya yakin Allah bakalan tempatin coach tempat terbaik di surga !!," tulis Bayu dalam unggahan Instagramnya.




Kenangan lainnya juga ditumpahkan Andriansyah Agustin di akun instagramnya. Bonsu merupakan salah satu pemain yang menjadi saksi berkembangnya Adom sejak di Bandung hingga kemudian sama-sama berkiprah di Vamos Mataram. Adom juga berterima kasih kepada bos Vamos, Aryanto Prametu, yang mempercayai Bonsu untuk menangani Vamos Mataram dan futsal di Nusa Tenggara Barat.

View this post on Instagram

Salah satu orang yang berjasa dan jadi mentor dalam karir. Baik buruk kita ttp saling jaga dengan baik. Tentunya berbagi pengalaman dalam hidup jadi hal luar biasa dalam perjalanan untuk memperbaiki diri kita masing2. MERINDING DAN GAK BISA BANYAK NGOMONG SETELAH DI TELFON SALAH SATU SAHABAT di lombok bang @nabilbagiis πŸ™πŸ»πŸ˜­ . Insya alloh ditarima iman islam na bang 😭πŸ₯ΊπŸ™. Aamiin πŸ™πŸ»πŸ˜‡. Mewakili sahabat2 beliau yang hanya bisa mendoakan dari jauh, Kami ucapkan TERIMA KASIH YANG LUAR BIASA kepada IBU @arynovi dan PAK @ary_vamos yang sudah sangat amat peduli dan berjasa dalam karir dan hidupnya sejauh ini. TERIMA KASIH IBU DAN BAPAK sekali lagiπŸ˜‡πŸ™πŸ» sudah selalu terima BELIAU disituasi apapun di tanah MATARAM. Dan tidak lupa juga kepada seluruh SEMETON VAMOS @vamosfcmataram yang sudah mendukung BELIAU dan menerima segala kekurangannya selama membawa nama @vamosfcmataram untuk berprestasi dalam futsal dan kemajuan futsal indonesia khusus nya di LOMBOK MATARAM. WE LOVE YOU BANG BONZU πŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ˜‡β€οΈπŸ€πŸ’š.

A post shared by Adom (@andriansyah_9) on



Dalam unggahan story Instagram, Syahidansyah Lubis, pemain Vamos Mataram sejak 2014 menyebut Bonsu salah satu pelatih yang mempercayainya selama bekerja bersama.

Kepergian Bonsu meninggalkan duka mendalam bagi semua yang pernah terlibat dengannya. Banyak juga yang berterima kasih kepada Bonsu karena sang pelatih rajin mengorbitkan pemain-pemain potensial. halaman 3 dari 3


Syahidansyah Lubis, Merantau untuk Jadi Pemain Futsal! - Futsal Talk






Video Trending



Berita Terkait


1591059002286

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?