Kronologi Meninggalnya Pelatih Vamos Mataram, Sempat Cetak 2 Gol Saat Tanding Futsal


  •    Rissalah Maulana
  •    16/05/20 - 03:20
  •    21379

Bolalob

Kepergian mendadak pelatih Vamos Mataram mengagetkan dunia futsal Indonesia. Bahkan wafatnya Bonsu juga tak disangka-sangka oleh orang-orang yang bersamanya terakhir kali.

Kronologi wafatnya Bonsu diceritakan oleh Krisna Bramenta, kiper SKN FC Kebumen, kepada Bolalob. Bram menjadi saksi meninggalnya Bonsu saat bermain futsal bersama tim PON Nusa Tenggara barat dan ex pemain Mataram FC, Jumat Malam (15/5).

Bonsu tak sadarkan diri setelah sempat bermain futsal di Mataram Futsal Center, markas tim Vamos Mataram. Di tempat itu di mess klub, Bonsu tinggal bersama Istrinya.

"Ini futsal rutin di bulan Ramadhan dan sebelumnya kami sudah pernah main juga empat kali di bulan puasa ini," kata Bram. Bonsu saat itu kebetulan punya agenda uji coba untuk menjaga sentuhan para pemain asuhannya di PON Nusa Tenggara Barat.

"Jadi bang Bonsu panggil pemain eks Mataram FC, termasuk saya. Kami sudah sering ketemu. Nah malam itu futsal jam sembilan malam waktu Mataram kami pemanasan dulu sekitar 10 menit.




halaman 2 dari 4
Setelah 10 menit, permainan dimulai di mana Bonsu ternyata ikut masuk ke dalam tim Eks Mataram FC. PON NTB unggul 2-0 di babak pertama. Setelah unggul, eks Mataram FC melakukan pergantian pemain.

"Di paketan pemain kedua ini Bang Bonsu ikut bermain. Dia mencetak dua gol indah. Akhirnya kami berbalik unggul 3-2," kata Bram.

Setelah unggul dan bermain selama 7-8 menit, pergantian pemain dilakukan Bonsu saat itu. Selain beristirahat, juga mengatur pergantian pemain. "Pas kebobolan 3-3, abang langsung nyuruh dua pemain untuk bermain. Nah saat itu, sekitar pukul 21.45 WITA, setelah menyuruh ganti pemain, tiba-tiba jatuh dari kursi bench dan kepalanya langsung mengenai lantai futsal," ungkap Bram.

Sontak semua pemain terkejut dan menolong Bonsu yang saat itu sudah tak sadarkan diri dengan kondisi lidah tertelan dan pupil yang mengecil. Kebetulan saat itu hadir juga manajer PON NTB, Gusti Nyoman Sutama yang berprofesi sebagai dokter untuk memberikan pertolongan pertama.

"Saat itu keadaan bang Bonsu sudah hampir sama dengan kejadian Ewo (Akhmad Khoeron, rekan setim Bram di SKN) musim 2019 saat kepalanya terbentur lapangan. Badan kaku, lidah tertelan," ujarnya.


halaman 3 dari 4




Setelah diberi pertolongan pertama, lidah Bonsu yang tertelan sempat kembali normal dan dirinya sempat menghembuskan napas meski masih belum sadar. Bonsu langsung dibawa ke rumah sakit Harapan Keluarga Mataram. "Di lapangan futsal sudah membiru dan saat dibawa ke mobil juga tidak ada tanda-tanda kehidupan. Sempat ditolong dokter Rumah Sakit dengan alat pacu jantung," Bonsu diperkirakan meninggal pukul 22.00 WITA atau 21.00 WIB.

Jenazah dipindahkan dan bermalam di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB. "Sementara di RSUP menunggu keputusan kapan dan di mana mau dikuburkan," Bonsu wafat dengan meninggalkan Istri yang tahun lalu dinikahinya.


halaman 4 dari 4


Ganteng-Ganteng Pemain Futsal, Rizki Xavier - Futsal Talk

Terakhir diubah:  16/05/20 - 23:22





Video Trending



Berita Terkait


1591059002286

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?