Direksi Arema Rela Gadaikan Surat Mobil Demi Bayar Gaji Pemain


  •    Robert
  •    18/05/20 - 19:00
  •    678

Liga Indonesia

Meski para pemain dan pelatih sudah mendapat pemotongan gaji hingga 75%, tetap saja beban pengeluaran klub Liga 1 tak akan bisa tertolong karena tak adanya pertandingan akibat pandemi virus corona.

Berbagai cara dilakukan oleh manajemen Arema FC untuk bisa membayar gaji para pemain dan pelatihnya. Penjualan merchandise yang hanya mengandalkan daring belum bisa menutup biaya operasional klub. Selain itu tak adanya kompetisi, maka dana sponsor dan subsidi dari liga juga tidak bisa cair.




General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan pemilik klub harus merogoh kocek pribadinya untuk membayar gaji pemain.

"Gaji pemain, ofisial, dan karyawan berasal dari kantong pribadi owner," kata Ruddy dilansir dari Bola.com.

"Kompetisi berhenti, otomatis dana kucuran sponsor dan subsidi dari pengelola kompetisi juga berhenti. Kalau kompetisi berputar, ya semua itu bisa cair. Kenyataannya saat ini tidak," lanjutnya. halaman 2 dari 3
Media Officer Arema FC Sudarmaji menambahkan bahwa direksi klub sampai rela menggadaikan surat berharga mereka demi menutup biaya operasional klub.

"Beban klub sangat berat dengan situasi tanpa kompetisi sampai batas yang belum jelas. Meskipun federasi mengarahkan maksimal pembayaran gaji pemain dan ofisial sebesar 25 persen, tapi beban klub sangat berat,’’ ucap Sudarmaji dikutip dari laman Jawa Pos.

"Karena tidak ada pemasukan, direksi mencoba tetap mempertahankan eksistensi klub. Cara lama dan praktis yang dilakukan adalah ’menyekolahkan’ atau menggadaikan barang berharga untuk memenuhi kewajibannya. Itu sebagai tanggung jawab klub kepada para karyawan, ofisial, dan pelatih," imbuh Sudarmaji.

Arema harus membayar gaji pemain setiap bulannya sebesar Rp 650 juta, ditambah gaji karyawan klub lainnya yang mencapai Rp 75 juta per bulan. Meski demikian manajemen Arema memastikan tak akan ada pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya sebagai bentuk tanggung jawab.

"Beruntungnya, Arema punya direksi yang luar biasa, gila bola. Mengelola Arema bukan cuma mengelola klub, tapi juga bagaimana mempertahankan kultur dan eksistensi. Di saat klub lain mungkin membubarkan diri, direksi Arema mati-matian mencari uang untuk menghidupi klub,’’ beber Sudarmaji. halaman 3 dari 3
Seperti diketahui, klub-klub Liga 1 baru menerima pembayaran subsidi untuk tahap pertama dari PT. LIB selaku operator liga, sedangkan untuk pembayaran tahapan selanjutnya masih belum menemui titik terang.

PSSI masih akan menunggu berakhirnya masa darurat Covid-19 pada 29 Mei nanti. Apabila status tersebut tidak diperpanjang oleh pemerintah, maka kompetisi musim ini akan kembali diputar setelah 1 Juli 2020. Namun apabila ada perpanjangan status darurat, kompetisi akan dihentikan.







Video Trending



Berita Terkait


1593684002320

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?