10 Pemain Besar yang Disia-siakan Real Madrid


  •    Gerry Putra
  •    24/05/20 - 10:30
  •    22914

Bolalob

Real Madrid terkenal dengan proyek 'Los Galacticos'. Sebuah proyek mengumpulkan pemain-pemain terbaik dunia ke Santiago Bernabeu. Namun, proyek itu membuat Madrid kehilangan bakat-bakat pemain muda terbaiknya.

Kebijakan transfer tersebut terjadi saat era Floretino Perez dimulai. Madrid sejatinya merupakan klub besar yang mampu pula melahirkan bakat-bakat besar pemain binaannya yang terkenal dengan sebutan La Fabrica.

Siapa tidak kenal sih, pemain-pemain seperti Raul Gonzales, Guti Hernandez, Iker Casillas, Francisco Pavon, atau Jaime Rodriguez. Pada masa lampau ada nama-nama beken seperti Alfredo Di Stefano, Manuel Sancis, Emilio Butragueno, atapun Francisco Buyo. Semuanya adalah jebolan dari La Fabrica.




Tapi, kebijakan transfer Perez membuat pemain-pemain yang merangkak dari tim junior Real Madrid jarang mendapat tempat utama. Bahkan, banyak pemain-pemain yang lahir dari tim 'Castilla' bakatnya tersia di Madrid tapi menjadi pemain ngetop dan berkualitas tinggi di klub lain.

Siapa saja pemain yang mungkin kamu lupa bahwa mereka juga pernah membela Real Madrid. Berikut daftarnya: halaman 2 dari 6
10. Ezequiel Garay Selengkapnya  
10. Ezequiel Garay



Nama Garay begitu mengkilap dan menterang saat kembali ke Madrid dari masa peminjamannya di Racing Santander, pada 2009. Tapi ia harus berjuang mendapatkan tempat dalam skema pelatih Manuel Pellegrini.

Era Jose Mourinho, Garay seakan tidak dilirik lagi. Bek asal Argentina itu pun hijrah ke Benfica pada 2011 dan menemukan kembali permainan terbaiknya. Tiga tahun berselang, ia pindah ke Zenit St Peterburg, sebelum akhirnya kembali ke Spanyol bersama Valencia hingga sekarang.

9. Alvaro Negredo



Dia merupakan pemain asli kelahiran Madrid. Namanya begitu apik di Rayo Vallecano dan juga Real Madrid Castilla. Di tim Castilla, Negredo bermain 65 kali dan mencetak 22 gol pada tahun 2005 sampai 2007.

Sempat dipinjamkan ke Almeria dari tahun 2007 hingga 2009, Negredo memperlihatkan penampilan yang apik dengan total 70 penampilan dan 32 gol. Setelah itu Negredo kembali ke Madrid dan tidak pernah bermain satu kalipun untuk tim utama.

Pelatih Manuel Pellegrini lebih memilih Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Gonzalo Higuain, dan Klass-Jan Huntelaar. Akhirnya Negredo pun hengkang ke Sevilla dan menjadi raja gol di sana.

Tidak hanya di Sevilla, Negredo juga menemukan kejayaan di Manchester City. Ia turut mengantarkan The Citizens juara Liga Primer Inggris musim 2014-2015. Setelah itu, Negredo melanglang buana ke Valencia, Middlesbrough, dan Al Nasr sampai sekarang.

8. Hamit Altintop



Pemain Turki ini datang ke Real Madrid pada 2011 dengan reputasi yang menarik setelah sukses di Schalke dan Bayern Munchen. Pengalamannya di Jerman harusnya menjadi aset berharga sang pemain di Madrid.

Tapi Hamit malah harus berjuang mendapat tempat utama di Madrid. Ia bahkan hanya bermain lima kali dalam La Liga musim 2011-2012. Bagusya, dia berhasil menyarangkan gol meski hanya satu saja. Rasa frustrasi membuatnya pulang ke negaranya dan memperkuat Galatasaray.

Hamit saat ini sudah pensiun tahun lalu saat berusia 37 tahun. Dia pensiun usai memperkuat klub Jerman, Darmstadt 98 selama dua musim.
halaman 3 dari 6
9. Alvaro Negredo Selengkapnya  
7. Nuri Sahin



Gelandang Turki lagi-lagi gagal di Madrid. Nuri Sahin yang sebelumnya ngetop di Borussia Dortmund tidak berdaya di Los Blancos.

Sahin memperkuat Feyenoord sebelum ke Madrid pada 2011. Lalu sempat dipinjamkan ke Liverpool oleh Madrid tahun 2012. Tidak berkembang di Liverpool, Madrid kemudian meminjamkan lagi ke Dortmund pada 2013. 

Selama semusim di Dortmund, Sahin kembali bergairah. Setahun berstatus pinjaman, Sahin akhirnya kembali ke Dortmund pada 2014. Pada 2018, Sahin meninggalkan Wastfalenstadion dan bergabung dengan Werder Bremen hingga saat ini.

6. Felipe Luis



Felipe Luis menjadi pemain pinjaman Real Madrid B alias Castilla dari klub Brasil Rentistas. Ia bermain apik selama semusim di Castilla pada 2005-2006.

Sayang dirinya tidak pernah berkostum tim utama Real Madrid. Status pemain dari Brasil tampaknya membuat Madrid berpikir ulang. Bukan apa-apa, pasalnya kuota pemain dari luar Eropa di Spanyol sangatlah ketat.

Luis pun akhirnya berkembang di Deportivo La Coruna. Namanya mulau mencuat setelah pindah ke Atletico Madrid pada 2010. Ia mencatatkan 125 penampilan dan dua gol bagi Los Rojiblancos.

Bek kiri asal Brasil itu sempat membela Chelsea selama semusim pada 2014-2015. Tapi kariernya tidak berhasil dan harus pulang lagi ke Atletico. Saat ini Luis membela klub besar Brasil, Flamengo.

5. Juan Mata



Nama Juan Mata sudah terlalu lama di Liga Primer Inggris sehingga orang lupa bahwa dia sempat bermain untuk Valencia.

Ingat Mata, pasti ingat Chelsea, Manchester United, dan Valencia. Tapi, kadang orang lupa bahwa Mata merupakan pemain yang mencuat di akademi Real Madrid.

Setelah menghabiskan beberapa tahun di Real Oviedo, ia berganung dengan akademi Madrid pada 2003. Tiga tahun berselang, ia masuk tim Castilla bersama Alvaro Negredo.

Banyak yang berharap Mata masuk dalam tim utama Madrid. Tapi kenyataannya, Mata malah di jual ke Valencia. Sejak saat itu pula, Mata mulai identi dengan trofi.

Siap yang sangka, pindah dari Madrid malah membawa Mata meraih gelar Liga Champions bersama Chelsea. Lalu trofi Liga Europa bersama Manchester United.
halaman 4 dari 6
8. Hamit Altintop Selengkapnya  
4. Marcos Alonso



Marco Alonso adalah anak lokal Madrid. Ia bergabung dengan Real Madrid pada usia sembilan tahun dan mewakili tim muda Madrid dari beberapa level sampai akhirnya masuk ke tim Castilla pada 2008.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu menunjukkan kualitasnya dan membuat pelatih Manuel Pellegrini memberikan kesempatan masuk ke tim senior pada April 2010. Tapi, sebagai pemain muda tentunya hanya sebagai pemanis sebelum akhirnya dijual ke Bolton Wanderers.

Alonso mulai menemukan permainan terbaiknya di Fiorentina. Tidak lama kemudian, ia pindah ke Chelsea pada 2016. Di The Blues, Alonso menjadi bintang dengan meraih beberapa gelar plus menjadi andalan pelatih Frank Lampard di Stamford Bridge.

3. Fabinho



Penampilannya yang memikat di Castilla membuat Fabinho dipanggil ke tim senior pada 2013 dan melakukan debutnya pada pertandigan akhir musim.

Meskipun hanya tampil selama 17 menit, ia berhasil memberikan assist untuk Angel Di Maria dalam kemenangan 6-2 atas Malaga. Tapi setelah itu, Fabinho tidak pernah terlihat lagi di Madrid.

Pemain asal Brasil itu bergabung dengan AS Monaco dengan status pinjaman dan mulai berkembang. Ia menjadi bagian integral yang tak terpisahkan dengan Monaco. Ia membantu tim meraih gelar Ligue 1 pada 2017.

Pemain Brasil itu bergabung dengan Monaco dengan status pinjaman pada musim panas itu yang sebenarnya mengawali perkembangannya, dan kemudian menjadi bagian integral dari tim yang merebut gelar Ligue 1 dari PSG pada 2017.

Kini, Fabinho berada di Liverpool. Ia juga diambang merayakan gelar juara di Liga Primer Inggris musim ini bersama The Reds.
halaman 5 dari 6
7. Nuri Sahin Selengkapnya  
2. Juanfran



Juanfran membuktikan dirinya sebagai salah satu bek terbaik selama delapan tahun terakhir di Atletico Madrid, tetapi ia benar-benar memulai karir profesionalnya di klub sekota Atleti, yakni Real Madrid.

Ia mendapat promosi dari Castilla ke senior Madrid pada 2004. Ia kurang sukses di tim utama Madrid dengan hanya enam kesempatan tampil sepanjang musim 2005-2006. Ia pun pergi ke Espanyol dan Osasuna.

Setelah tampil menjanjikan di Espanyol dan Osasuna, Juanfran bergabung dengan Rojiblancos dan menikmati sukses sekaligus menjadi legenda modern Atleti.

Juanfran menyumbangkan gelar untuk Atleti dimulai dari LaLiga pada 2014, Liga Europa 2018, dan mencapai final Liga Champions 2014 dan 2016.

1. Samuel Eto'o



Orang mendengar nama Samuel Eto'o pasti tahunya dia pemain Barcelona. Tapi siapa sangka pemain Kamerun yang cukup sukses di Eropa itu memulai karier dari Real Madrid.

Eto'o juga menjadi pemain dengan julukan 'Si Penjelajah' karena pernah membela 12 klub berbeda di enam liga berbeda di seluruh dunia. Namanya juga kadung identik saat bermain di Barcelona dan Inter Milan.

Striker kebanggaan Kamerun itu datang ke akademi Real Madrid pada 1997. Ia sempat dipinjamkan ke Leganes dan kembali Madrid. Tapi sayang, dirinya tidak pernah mendapat kesempatan di tim utama.

Eto'o hanya membuat tiga penampilan liga di dua musim yang juga diselingi masa pinjaman ke Espanyol dan Mallorca. Klub terakhir yang disebutkan itu mendapatkan Eto'o secara permanen pada tahun 2000.

Los Blancos kehilangan prospek yang benar-benar berharga mengingat gelar yang pernah Eto'o dapatkan untuk klub maupun pribadi. Eto'o pernah memenangkan gelar Liga Champions bersama Inter Milan pada 2010 di kandang Madrid.
halaman 6 dari 6
Terakhir diubah:  24/05/20 - 16:32






Video Trending



Berita Terkait


1593496802045

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?