Hati-hati Indonesia, Filipina Punya Program Baru: Azkals Development Team


  •    Robert
  •    22/05/20 - 19:00
  •    836

PH Football

Musim baru Liga teratas di Filipina atau Philippines Football League sedang tertunda gara-gara pandemi virus corona di negara itu. Federasi sepakbola Filipina menargetkan liga bisa kembali dimainkan di bulan Mei, walau kemungkinan itu akan kecil.

Dari enam tim yang akan ikut berpartisipasi, ada klub baru yaitu Azkals Development Team atau disingkat ADT (ADT Manila).

ADT dibentuk usai Filipina menjadi tuan rumah ajang SEA Games 2019 lalu, dimana klub ini akan mengakomodir pemain di timnas U-23.




Dan Palami yang sudah menjadi manajer timnas senior Filipina atau The Azkals dalam beberapa tahun terakhir menjadi otak dalam program terbaru ini.



Manajemen tim nasional melihat kebutuhan untuk mengembangkan pemain-pemain muda adalah urgensi PFA, setelah mereka gagal maju melewati babak penyisihan grup SEA Games tahun lalu, meskipun kapten tim senior Stephan Schrock dan veteran tim senior Amani Aguinaldo melengkapi barisan skuat.

Pesepakbola berbasis di Filipina kebanyakan terlibat dalam liga antar universitas negara itu, sedangkan negara lain sudah memiliki pemain muda yang berkompetisi di liga profesional. halaman 2 dari 4
Jurang pemisah antara timnas muda Filipina dan negara lain di Asia Tenggara sangat jauh, dan ada kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan itu.

"Kami melihat tim-tim lain dan kami dapat melihat bahwa sebagian besar pemain mereka benar-benar terlibat dalam liga profesional, tetapi pada usia itu sebagian besar pemain kami masih kuliah," kata Palami kepada ESPN5. "Itu sebabnya kami ingin mengeksplorasi kemungkinan memiliki kelompok pemain yang lebih muda, yang sudah terkena lingkungan klub profesional."

Staf pelatih yang bekerja dengan ADT adalah kelompok yang sama yang menangani tim nasional senior putra. Pelatih Scott Cooper, yang telah menjadi bagian dari tim nasional sejak 2018, senang dengan konsep program. Cooper menambahkan bahwa walaupun ada beberapa akademi muda yang bagus di Filipina, jumlahnya tidak cukup.

"Saya pikir ini adalah ide terbaik yang kami miliki sejak saya di sini, karena tidak ada akademi klub yang benar-benar profesional di sini," kata Cooper. "Tidak banyak akademi, jadi kami perlu menemukan cara agar kami bisa mengidentifikasi pemain dan mencoba mengembangkan mereka."



PFL akan menjadi wadah baru bagi ADT dalam mencari pengalaman bertanding dan terus berkembang. Hal ini mengingatkan kita pada pengembangan sepakola muda di Singapura, dengan nama Young Lions. Klub itu sudah ikut tampil di Liga Singapura sejak tahun 2003 lalu dan mengorbitkan banyak pemain ke timnas senior Singapura.

"Kami bergabung dengan PFL, tetapi kami tidak di sana untuk benar-benar memenangkan trofi," kata Palami. "Kami ingin mengembangkan para pemain. Mudah-mudahan ketika mereka terjun ke lingkungan yang lebih profesional selain sekolah mereka, mereka dapat pindah ke klub profesional." halaman 3 dari 4
Tidak seperti kebanyakan klub profesional, program ADT mendorong pemain mereka untuk pindah ke tim yang lebih besar. Idealnya, Cooper ingin mempersiapkan para pemain untuk berkarier di klub profesional tidak hanya di Filipina, tetapi di seluruh benua.



"Para pemain yang kami rasa memiliki potensi besar, yang dapat mengembangkan diri, mungkin mendorong tim lain di sini, seperti Ceres atau Kaya, atau ke Liga Thailand atau Liga J. (Jepang), dan mengembangkan diri, "kata Cooper.

Menurut Palami, usia rata-rata para pemain ADT adalah dari 19 hingga 20 tahun, dengan prospek termuda baru berusia 17 dan yang tertua adalah 25 tahun.

Daftar pemain ADT dibentuk dari skuad inti Filipina di SEA Games 2019 dan tambahan lainnya setelah ujicoba. Nama-nama berbasis lokal yang terkenal dari daftar skuad awal termasuk mantan striker Ateneo, Jarvey Gayoso, gelandang UE Mar Diano, dan Matt Custodio (La Salle).

Sebenarnya program ini bukan hal baru di Filipina, dimana mereka sudah melakukannya di olahraga bola basket dengan tim Smart Gillas beberapa tahun lalu dan terbukti sukses. Namun sepakbola sekali lagi bukan olahraga favorit di negara Rodrigo Duterte tersebut. halaman 4 dari 4





Video Trending



Berita Terkait


1574589602645

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?