Ambisi Pengusaha asal China, Chien Lee di Sepak Bola Eropa


  •    Robert
  •    25/05/20 - 16:59
  •    1602

Bolalob

Mungkin nama Chien Lee tak setenar Malcom Glazers pemilik Manchester United, Roman Abramovich (Chelsea) atau bahkan Sheikh Mansour yang memiliki Manchester City.

Namun perlahan nama Chien Lee berada di pusaran sepak bola Eropa karena ia ambisinya dalam memiliki klub profesional di Liga Eropa. Saat ini namanya tercatat sudah mengakuisi empat klub di empat liga berbeda.

Chien Lee adalah pengusaha dan investor China-Amerika yang merupakan pendiri dan Ketua NewCity Capital, sebuah perusahaan investasi swasta.




Sebelum terjun ke bisnis investasi klub profesional, Ia mendirikan Lee Holdings Company Inc. sebuah perusahaan investasi yang berbasis di AS pada Agustus 1989 di mana ia bertindak sebagai Ketua dan Presiden. Lee ikut mendirikan The Officebox pada April 2004, sebuah perusahaan yang bergerak di ritel produk kantor China. Dia juga adalah anggota pendiri, Ketua dewan direksi dan CEO CS China Acquisition Corp.



Kiprahnya di sepak bola Eropa dimulai pada tahun 2016 lalu saat mengakuisi klub Ligue 1 Prancis, Nice. Tak diketahui jumlah uang yang digelontorkannya unutk membeli sajam mayoritas Nice kala itu.

Dengan akuisisi 80 persen saham, presiden klub Nice OGC Jean-Pierre Rivere tetap dibiarkan memiliki 20% saham di klub. Dia akan terus mengelola klub untuk tiga tahun ke depan bersama direktur umum Julien Fournier.

Lee sukses mendatangkan Mario Balotelli dan Wesley Sneijder ke Nice pada tahun 2017 dan klub itu mendapatkan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Namun tahun lalu, Lee menerima tawaran 100 juta euro dari orang terkaya asal Inggris, Jim Ratcliffe untuk melepas Nice. Suporter garis keras Nice, la Populaire Sud mengklaim dalam beberapa pernyataan bahwa mereka tak suka dengan gaya kepemimpinan Lee, yang kurang 'ambisi di sepak bola'.
halaman 2 dari 3
Ambisinya untuk tetap menjadi pemilik klub Prancis masih ada, dimana kabar beredar ia sedang menyiapkan tawaran untuk membeli Toulouse FC dan bersaing dengan taipan teknologi Michael Dell dan dana investasinya MSD Capital yang juga dalam perlombaan untuk membeli klub yang baru saja terdegradasi dari Ligue 1 itu.



Setahun berselang setelah membeli Nice, tepatnya pada Desember 2017, Lee menjatuhkan pilihannya untuk membeli klub Inggris, Barnsley dengan nilai kisaran 10-20 juta pounds saat itu. Sebelumnya ia sempat mendekati Partick Thistle FC, Hull City FC, Middlesbrough FC dan Brentford FC.

Lee bergabung dengan Billy Beane seorang penggagas film 'Moneyball' dalam akuisisi tersebut, sejak mengambil alih Barnsley, klub menggunakan model data yang awalnya berlatih dalam bisbol di AS, fokus pada penandatanganan pemain muda berbakat dan mencapai sukses besar dengan analisis pemain berbasis data dan identifikasi pemain. Pada musim 2018/19 klub sukses promosi dari League One ke Divisi Championship.

Tak puas dengan memiliki Barnsley, Lee pun menuju Swiss untuk menjadi investor dan co-owner FC Thun pada tahun lalu. Dan di tahun 2020 ini Lee resmi menginvestasikan uangnya pada klub Belgia, KV Oostende.

Oostende sempat kehilangan lisensi profesionalnya di Belgia karena terlilit hutang. Laporan dari media Belgia menyebutkan bahwa Lee hanya mengeluarkan dana sebsar 2.7 juta euro untuk membeli Oostende. halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1590463802220

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?