Ambisi Red Bull Kuasai Sepak Bola Dunia Tak Semuanya Berjalan Lancar


  •    Robert
  •    02/06/20 - 18:00
  •    3754

Bolalob

Pada 1 April 1987 minuman energi Red Bull dijual untuk pertama kalinya di Austria. Berselang 33 tahun kemudian, produsen minuman energi itu sekarang menjadi merek yang mendominasi di berbagai sektor olahraga.

Dari 15 tim olahraga yang dimiliki oleh RB, termasuk dua tim Formula 1, hingga acara olahraga ekstrem yang tak terhitung jumlahnya, Red Bull perlahan-lahan menjadi identik dengan semua olahraga. Portofolio peristiwa dan aksi mereka yang tak ada habisnya - seperti lompatan tertinggi dalam memecahkan rekor dunia - sangat cocok untuk zaman milenial saat ini.




Namun, dalam kancah sepakbola mereka mendapat perhatian paling besar dan kontroversi. Dari Red Bull Salzburg ke New York Red Bulls, FC Liefering, Red Bull Brazil dan permata mahkota RB Leipzig, aksi minuman energi ini terus berkembang di lapangan.

Kuatnya grup sepak bola Red Bull di seluruh dunia membuat mereka dengan mudah menggaet bakat-bakat baru di belahan bumi. Para pemain muda itu secara bertahap dipindahkan ke Eropa untuk terus berkembang.

Mungkin banyak orang yang membenci cara Redl Bull dalam beroperasi di sepak bola, namun kalian harus mengakui bahwa kebijakan transfer dan mengembangkan pemain muda mereka luar biasa. Meskipun beberapa jumlah yang diterima oleh RB Salzburg dari teman-teman Jerman mereka di Leipzig mungkin meningkat karena tujuan untuk meningkatkan anggaran Salzburg.

Menarik melihat bagaimana jaringan Red Bull dapat menemukan wonderkid, mendatangkan mereka, mengembangkannya melalui akademi dan grup pengembangan lainnya atau afiliasi seperti FC Liefering di Austria dan kemudian berhasil mengintegrasikan para pemain ke dalam skuat senior mereka di usia muda.

Berikut daftar klub sepak bola yang dimiliki oleh Red Bull: halaman 2 dari 5
2005 - Red Bull Salzburg (Austria)



Klub sepak bola pertama yang diakuisi oleh Red Bull, yakni pada tahun 2005 dan mereka memperbarui klub yang sebelumnya bernama SV Austria Salzburg itu. Setelah pengambilalihan, Red Bull mengubah nama klub, manajemen, dan staf, menyatakan "ini adalah klub baru tanpa sejarah". Red Bull awalnya mengklaim di situs web klub bahwa klub itu didirikan pada 2005, tetapi diperintahkan untuk menghapus klaim ini oleh Asosiasi Sepak Bola Austria. Otoritas baru menghapus semua jejak violet dari logo klub dan tim sekarang bermain dalam warna merah dan putih, hingga kekhawatiran banyak dukungan tradisional klub. Sejak pengambilalihan dari Red Bull, mereka sukses meraih total 10 gelar Bundesliga Austria.

Dominik Szoboszlai menjadi salah satu permata baru yang lahir di Salzburg, sebelumnya telah ada pemain berbakat seperti Takumi Minamino dan Erling Haaland.

2006 - New York Red Bulls (AS)



Klub ini sebelumnya bernama New York/New Jersey MetroStars dan diambil alih oleh Redl Bull pada tahun 2006 dan menjadi franchise baru di Major League Soccer hingga saat ini. Banyak pemain muncul dari klub ini dan telah diintegrasikan ke klub RB lainnya, sebut saja Tyler Adams yang saat ini bermain di Leipzig. halaman 3 dari 5
2007 - Red Bull Brasil (Brasil)



Untuk pertama kalinya Red Bull membuat sebuah tim baru di Brasil, tepatnya di Campinas, São Paulo, didirikan pada 19 November 2007. Klub ini kesulitan untuk mencapai kasta tertinggi sepakbola Brasil yakni Serie A dalam 10 tahun terakhir.

Pada tahun 2019 lalu Red Bull Brasil menjalin kemitraan dengan Clube Atlético Bragantino yang merupakan juara Serie B dan akan bermain di Serie A dengan nama Red Bull Bragantino pada musim ini. Mereka tak mengganti logo lama klub dan warna tradisi Bragantino. Namun, Red Bull Brasil tetap aktif, berfungsi sebagai tim pengembangan.

2009 - RB Leipzig (Jerman)



Magis Red Bull dalam mengelola klub profesional dibuktikan di Jerman, tepatnya di Leipzig yang dulu bernama SSV Markranstädt yang bermain di kasta kelima sepakbola negara itu saat diakuisi.

Dalam delapan musim mereka sukses naik promosi ke Bundesliga dan bertahan hingga saat ini.

Bahkan di musim 2018-19, mereka bersaing di Liga Champions. Menempatkan pasukan termuda Jerman, ia menerapkan gaya beroktan tinggi; musim ini, tidak ada tim di liga yang mencetak banyak gol. Ketika Bundesliga dilanjutkan pekan ini setelah liburan, Leipzig berada pada posisi yang tepat untuk menggulingkan Bayern. Pada 2015, Red Bull menjadi pemegang saham utama RasenballSport Leipzig GmbH, memegang 99 persen saham. Satu persen sisanya dipegang oleh asosiasi. Namun, seperti yang disyaratkan oleh aturan 50 + 1, kekuasaan formal terletak pada asosiasi, yang memegang mayoritas suara.

Banyak bintang dilahirkan dari RB Leipzig, sebut saja saat ini Timo Werner, Yussuf Poulsen, Dayot Upamecano hingga Lukas Klostermann. halaman 4 dari 5
2011 - FC Liefering (Austria)



Sejak tahun 2012, Liefering menjadi tim satelit bagi Red Bull Salzburg di divisi kedua Liga Austria. Mereka pun tak diperbolehkan promosi ke divisi teratas Liga Austria karena dimiliki oleh Red Bull, sama dengan Salzburg yang memang tidak diperbolehkan dalam regulasi FIFA.

2014 - Red Bull Ghana (Ghana)



Salah satu proyek gagal Red Bull di sepak bola. Didirikan pada tahun 2008, akademi yang terkait dengan tim telah menghasilkan pelatih dan pemain yang sama. Tim mencapai liga tertinggi kedua di Ghana pada tahun 2009. Red Bull Ghana degradasi ke Divisi Dua pada 2013. Pada Agustus 2014 Red Bull menghapus akademi dan klub dan bergabung dengan Feyenoord Academy menjadi Akademi Sepak Bola Afrika Barat.

RB Ghana terletak di Sogakope, Distrik Tongu Selatan, Ghana, yang didirikan pada 2008 dan dihapus pada 2014. Klub ini dimiliki oleh Red Bull, dan terakhir bermain di Division One League Zone 3B. halaman 5 dari 5
Terakhir diubah:  09/06/20 - 15:00






Video Trending



Berita Terkait


1487904698598

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?