Deretan Pemain yang Sinar Terangnya Hanya Bertahan Satu Musim


  •    Kukuh Wahyudi
  •    04/06/20 - 19:30
  •    817

Deretan Pemain yang Sinar Terangnya Hanya Bertahan Satu Musim
Sylvano Comvalius saat berseragam Bali United (Bali Uniited)

Striker asal Belanda, Sylvano Comvalius, tampil memukau di Liga 1 2017. Ia sukses menjadi top skor dengan 37 gol sekaligus memecahkan rekor dengan gol terbanyak selama satu musim yang bertahan 22 tahun.

Rekor yang dipecahkan adalah milik Peri Sandria, yaitu 34 gol di musim perdana Liga Indonesia (1994/95).

Namun, faktanya kegemilangan Sylvano itu tak berlangsung lama. Ia menjadi salah satu pemain yang sinarnya hanya sekelebat. Di musim selanjutnya, ia meredup. 

Penasaran siapa saja yang kebintangannya hanya sekelebat? berikut Bolalob sajikan daftarnya:


halaman 2 dari 4

Aleksandar Rakic

Aleksandar Rakic (harian Jogja)

 

Liga 1 2018 menjadi eranya Aleksander Rakic. Dengan berseragam PS Tira, ia tampil memukau di lini depan Tira.

Ia menjadi andalan tim sepenuhnya. Ia bermain di semua pertandingan tanpa pernah diganti sekalipun.

Puncaknya hadir di akhir musim. Ia sukses menjadi top skor Liga 1 2018 dengan 21 gol.

Tercatat di musim tersebut ia dua kali hattrick. Pertama ke gawang PSM (21/4/2018) dan kedua ke gawang PSMS (5/12/2018).

Namun, prestasi mencoloknya itu menguap di musim berikutnya saat berseragam Madura United. Dari 29 laga yang dijalaninya di Liga 1 2019, ia hanya mampu mencetak 12 gol.

Di Liga 1 2020 di mana ia sudah memainkan tiga pertandingan, belum ada satu gol pun yang sudah ia persembahkan.

halaman 3 dari 4

Sylvano Comvalius

Sylvano Comvalius (Bolalob)

 

Jika 2018 menjadi eranya Rakic, Liga 1 2017 menjadi milik Sylvano. Ia berhasil mencetak 37 gol di mana itu menjadi rekor gol dalam satu musim saat ini.

Banyak yang memprediksi ia bakal makin bersinar kalau tetap bertahan di Bali United. Tapi faktanya ia memilih hengkang ke Thailand dan kemudian ke Malaysia.

Hasilnya memprihatinkan. Ia gagal bersinar di dua negara itu sepanjang 2018-2019. 

Alhasil pada Liga 1 2019, ia kembali ke Indonesia dengan berseragam Arema. Tapi sayang performanya jauh berbeda dibandingkan saat di Bali United. Dari 27 laga, ia hanya menciptakan lima gol. 

Di Liga 1 2020 ia pindah ke Persipura, di sana ia tentu belum bisa membuktikan diri karena liga terhenti. Tapi, dari dua pertandingan yang ia main kan, belum ada gol yang ia persembahkan.

halaman 4 dari 4

Musikan

Musikan (Persik.co.id)

 

Kita perlu pergi ke Liga Indonesia lawas untuk menemukan pemain yang memiliki nasib seperti Sylvano dan Rakic. Ia adalah Musikan.

Pada Liga Indonesia 2003 namanya agung bak pahlawan. Ia adalah penyerang lokal Persik yang sukses mengantarkan timnya juara liga.

Tak berhenti sampai di situ, Musikan terpilih sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 2003. Nama-nama beken seperti Oscar Aravena dan Cristian Gonzales kala itu kalah saing dengannya. 

Namun setelah itu kariernya meredup. Ia bahkan tak menarik minat Peter Withe yang mengarsiteki timnas di Piala Tiger 2004. 

Di musim-musim selanjutnya pun nasibnya bagikan matahari di waktu sore, sinarnya makin tenggelang.







Video Trending



Berita Terkait


1591673401890

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?