Mereka yang Terbuang Lalu Bersinar di Klub Anyar


  •    Kukuh Wahyudi
  •    05/06/20 - 08:00
  •    1679

Renan Silva saat berjaya di Borneo FC (Liga 1)

Jika seorang pemain tak mampu menunjukkan performa terbaiknya di sebuah klub, maka dirinya harus siap menerima konsekuensinya, dilepas.

Kondisi itu biasa di dunia sepak bola. Namun, ada yang tak biasa. 

Kerap kali pemain dengan label buangan seperti itu jusrru tampil gemilang di klub barunya. Mereka tak lagi tampil di bawah performa dan bisa membuat iri klub lamanya yang membuangnya.

Penasaran siapa saja yang masuk kategori tersebut di Liga 1? Berikut Bolalob sajikan daftarnya:


halaman 2 dari 6

1. Renan Silva

Renan Silva saat berseragam Persija (Persija)

 

Persija menjadi gerbang masuk Renan Silva ke pesepakbolaan Indonesia. Ia diboyong Persija untuk menambah kekuatan tim di putaran kedua Liga 1 2018.

Namun di tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut ia tampil kurang meyakinkan. Pemain berusia 31 tahun itu bermain 13 kali dan 10 di antaranya selalu ditarik keluar sebelum peluit tanda berakhir laga dibunyikan.

Karena dinilai tak sesuai ekspektasi, Persija tak memperpanjang kontraknya untuk Liga 1 2019.

Ia akhirnya berlabuh ke Borneo FC. Dilalah, Renan bersinar di Borneo. 

Sebagai seorang gelandang, ia sangat produktif, yaitu mencetak 12 gol dari 30 pertandingan. Dari 30 partai itu, Renan hanya lima kali ditarik keluar. Catatan tersebut tentu sangat berbeda kala berseragam Persija.

Puncaknya di akhir musim. Selain membawa Borneo finis di papan atas, Renan terpilih sebagai Pemain Terbaik Liga 1 2019.

halaman 4 dari 6

2. Bruno Matos

Bruno Matos saat berseragam Persija (Bolalob)

 

Setelah melepas Renan, Persija mendatangkan Bruno Matos di musim 2019. Sayangnya, Matos dinilai tak sesuai ekspektasi.

Ia hanya bertahan setengah musim dengan rapor tujuh kali main tanpa sebiji gol mampu ia cetak.

Tetangga Persija, Bhayangkara FC, ternyata bersedia menampung Matos. Langkah Bhayangkara tak salah.

Matos tampil baik di klub milik kepolisian itu. Dari 17 kesempatan yang diberikan kepadanya, Matos membayarnya dengan sangat baik. 

Ia mampu menambah ketajaman lini depan Bhayangkara dalam memproduksi gol. Alumni Liga Malaysia itu mampu mencetak sembilan dari total 51 gol yang dibukukan Bhayangkara.

halaman 5 dari 6

3. Leonard Tupamahu

Leonard Tupamahu saat berseragam Borneo FC (Tribun Jabar)

 

Nama Leonard Tupamahu sempat identik dengan Borneo FC. Sudah tiga musim ia berseragam tim berjulukan Pesut Etam itu pada 2016-2018. 

Namun di akhir 2018, Borneo mengizinkannya untuk mencari klub baru. Ia akhirnya pindah ke Bali United.

Di musim perdananya di Bali United, Leonard justru tampil luar biasa. Meski sudah berumur 35 tahun kala itu, ia tetap tampil reguler.

Eks pemain Persija itu tampil sebangak 22 kali dan berkontribusi besar membawa Bali United meraih trofi Liga 1 2019.

halaman 6 dari 6

4. Osas Saha

Osas Saha saat berseragam Persija (Persija)

 

Tira Persikabo edisi Liga 1 2019 menjadi klub yang tepat untuk Osas Saha. Ia mampu tampil apik di klub yang bermarkas di Bogor itu.

Osas dipercaya tampil 28 kali oleh pelatih Tira. Ia pun mampu megoleksi 10 gol di msuim tersebut. Bahkan berkat penampilan gemilangnya, ia dipanggil timnas untuk memperkuat Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Namun, hal itu tak akan terjadi andaikan jasanya masih dibutuhkan Persija. Pasalnya dipengujung musim 2018 jasa Osas di Persija tak terpakai lagi sehingga ia harus mencari pelabuhan baru dan Tira menjadi jawabanya.







Video Trending



Berita Terkait


1593516602462

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?