Warna-warni Liga Indonesia, Ada Klub yang Tak Mau Juara karena Takut Pengeluaran Bakal Membengkak


  •    Kukuh Wahyudi
  •    10/06/20 - 13:00
  •    5.714

Warna-warni Liga Indonesia, Ada Klub yang Tak Mau Juara karena Takut Pengeluaran Bakal Membengkak
Ilustrasi Persiba Balikpapan di ISL 2009/10. (Goal.com)

Persiba Balikpapan kini sudah tak lagi mengorbit di kasta tertinggi. Meski begitu, mereka memiliki jejak mentereng di Indonsia Super League (ISL).

Momen itu hadir di musim 2009/10. Mereka memang gagal juara dan finis di peringkat ketiga dengan 54 poin.

Tapi, prestasi itu adalah yang terbaik dalam sejarah mereka di Liga Indonesia. Fantastisya lagi, mereka ternyata sempat memuncaki klasemen dari pertengahan putaran pertama hingga paruh kedua berjalan.

Bayang-bayang juara ISL pun sudah ada di dalam benak pemain dan pelatih. Tapi sayang, manajemen belum siap untuk menjadi juara.

Hendro Siswanto, alumni Persiba 2009/10 mengungkapkan kisah unik di channel Youtube pribadinya, Keluarga12.

"Di Persiba waktu itu yang menurut saya aneh cuma satu. Saat putaran kedua sudah jalan kami ada di peringkat satu. Kami semua dikumpulkan di satu tempat. Maaf ya Pak (bos-bos Persiba) karena ini pengalaman luar biasa," ucap Hendro yang kini sebagai kapten Arema FC.

Menurut Hendro, manajemen Persiba justru ogah jika timnya sukses menjadi juara. Pasalnya, jika menjadi juara, maka mereka harus bermain di kompetisi Asia.

Baca Juga :

halaman 2 dari 3
Nah bila itu terjadi, kekuangan klub masih belum mampu menunjang biaya operasional untuk mengikuti kompetisi AFC. Tak hanya itu, pemain-pemain ditakutkan bakal meminta kontrak baru yang mahal usai juara.

"Persiba tak mau juara karena nanti ikut AFC mengabiskan uang untuk berangkat. Mungkin Persiba zaman dulu finansialnya tak terlalu banyak," kata Hendro lagi.

"Dari situ pelatih tak setuju. Mungkin itu alasannya Coach Daniel Roekito meninggalkan Persiba sebelum kompetisi selesai dan Mas Gendut Doni juga (hengkang dari Persiba). Kami mau juara tapi manajemen belum siap," tuturnya.

"Akhirnya dari peringkat satu penampilan kami menurun karena tak ada pelatihnya. Mulai turun-turun ke peringkat ketiga," ucap Hendro






Video Trending



Berita Terkait


1591678801588

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?