Kisah Eks Pelatih Timnas Indonesia di Final Piala Dunia 1978 dan Dugaan Kecurangan Argentina


  •    Rissalah Maulana
  •    16/06/20 - 21:00
  •    4.633

Kisah Eks Pelatih Timnas Indonesia di Final Piala Dunia 1978 dan Dugaan Kecurangan Argentina
istimewa

Kemenangan Argentina di kandang sendiri pada Piala Dunia 1978 menjadi salah satu kenangan pahit yang diingat para penggawa timnas Belanda kala itu.

Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Belanda sukses melaju ke final meski tanpa diperkuat bintang mereka, Johan Cruyff yang mundur dari tim sebelum turnamen berlangsung. Eks pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen, masuk ke dalam skuat Belanda kala itu.

Rijsbergen pernah melatih timnas Indonesia pada rentang waktu 2011 hingga awal 2012 dan setelahnya menjabat direktur teknis hingga 2013. Kepada Media Argentina, Rijsbergen bercerita kiprahnya di Piala Dunia kala itu.

Wim Rijsbergen. REUTERS/Caren Firouz

Pada fase grup, Belanda terseok-seok. Mereka hanya meraih satu kemenangan atas Iran dan hasil seri atas Peru. Di laga akhir mereka kalah atas Skotlandia. Beruntung skuat asuhan Rinus Michel sukses lolos sebagai runner-up grup 4 setelah unggul selisih gol atas Skotlandia.

Pengalaman di Piala Dunia 1974 membuat sang pemain kembali diapanggil memperkuat Belanda. Namun Rijsbergen hanya bermain di laga melawan Iran dan Peru. Sisanya ia habiskan untuk memulihkan cedera yang didapat kala melawan Peru. 

The World Cup album defender figurine 78


halaman 2 dari 4
Argentina kala itu, dua tahun sebelumnya baru saja mengalami kudeta oleh Junta Militer yang dipimpin Letjen Jorge Videla, Emilio Massera dan Brigjen Orlando Agosti.

Setelah kudeta, Junta Militer memimpin dengan tangan besi dan menyingkirkan lawan-lawan politiknya dengan cara dibunuh atau dihilangkan paksa. Ribuan orang meninggal dalam periode kekuasaan tersebut. Hal ini juga mempengaruhi Piala Dunia 1978.

Belanda menjadi salah satu negara yang sempat mempertimbangkan untuk memboikot turnamen. Apalagi andalan mereka, Johan Cruyff, mundur dari tim setelah keluarganya sempat mendapat ancaman pria bertopeng dan bersenjata dirumahnya.

Kecurigaan kecurangan yang menonjol jelas terjadi pada babak grup kedua. Argentina harus menang di atas empat gol atas Peru jika ingin lolos ke final dengan bersaing dengan Brazil.


Diktator Argentina kala itu, Jorge Videla

Di laga terakhir tersebut Argentina akhirnya menang 6-0 atas Peru. Meski punya poin sama atas Brazil, mereka akhirnya lolos final unggul selisih gol. Yang aneh, laga penentuan ini tak digelar berbarengan. Laga Polandia kontra Brazil digelar sebelum pertandingan Argentina vs Peru.

"Selalu ada desas-desus tentang hasilnya melawan Peru. Tetapi mereka memiliki tim yang bagus dan kualitas yang membuat mereka mencetak gol. Mereka adalah tim juara yang bagus," ujarnya.

"Saya dapat mengatakan bahwa ada desas-desus tentang rezim Videla dan bahwa karena alasan itu wartawan Belanda tak memandang positif perjalanan kami ke Argentina. Tetapi para pemain memisahkan politik dan olahraga. Tampil di Piala Dunia adalah sebuah kesempatan untuk membuktikan diri," kata Rijsbergen yang berposisi sebagai bek.


halaman 3 dari 4
Belanda akhirnya kalah di final atas Argentina. Imbang 1-1 di waktu normal. Argentina mencetak dua gol di babak perpanjangan waktu lewat Mario Kempes dan Ricardo Bertoni.

"Mereka mendapatkan keuntungan sebagai pemain lokal dan sedikit beruntung karena tendangan Rensenbrink sebelum pertandingan berakhir (yang mengenai tiang kanan sebelum laga usai)," kenang pelatih yang juga pernah melatih Persibo Bojonegoro tersebut.

Rijsbergen mengomentari tentang dugaan kecurangan Argentina yang dibekingi oleh pemerintahan militernya. "Itu mungkin saja, tetapi kami tidak tahu. Satu-satunya orang yang tahu itu adalah mereka di federasi Sepakola Argentina dan para pemain sendiri pada waktu itu," ungkapnya.

Hingga Kini Rijsbergen melatih timnas Kepulauan Solomon dan kabarnya berencana pindah melatih salah satu klub sepakbola di Belanda.

Image may contain: 2 people

halaman 4 dari 4



View this post on Instagram

LEVEL UP YOUR FUTSAL SKILL!! . Level up adalah bagian dari program We Are One sebagai persembahan Bolalob bagi kemajuan futsal di Indonesia. Program ini bekerjasama dengan para pelatih terbaik di Indonesia untuk memberikan ilmu kepada para pelatih, pemain atau siapapun yang ingin meningkatkan pengetahuan mereka akan futsal. . Kursus kepelatihan secara online ini membahas secara bertingkat ilmu futsal dari goalkeeper, physical conditioning, development phases, tactical individu, attacking, defending, dan transition. . Para pelatih terbaik di Indonesia akan memberikan ilmunya dengan materi yang berbeda. Beberapa pelatih tersebut adalah Ade Lesmana, Dede Sulaeman, Ade Nurhadi, Andri Irawan, Andre Picessa, Wahyudin, Sayan Karmadi, dan Dadang Iskandar. . Total ada 21 sesi di Bolalob Level Up Coaching Online ini yang bisa kalian ikuti untuk tingkatkan ilmu kamu. Langsung aja cek jadwalnya dan segera langsung daftar dengan cara menghubungi: Whatsapp 081932129076 (Peter) Bisa langsung klik link on bio @bolalobfutsal ya! . Ayo! Bersama majukan futsal Indonesia! . #levelup #levelupbolalob #futsal #futsalindonesia #bolalob #bolalobfutsal #coaching #coachingonline #coachingfutsal #coachingfutsalonline #webinar #webinarfutsal

A post shared by Bolalob.com (@bolalobfutsal) on 



Ayo ikuti kursus pelatihan futsal online bersama pelatih-pelatih terbaik di Indonesia mulai Juni ini. Kalian bisa lakukan pendaftaran disini. bit.ly/PendaftaranLevelUpSesi1

Untuk mengetahui apa itu Level Up coaching online bisa cek disini.

Untuk melihat info singkat para pelatih Level Up Coaching Online bisa cek disini.

Untuk melihat jadwal sesi Level Up coaching online bisa cek disini.

Untuk mendaftar Level Up coaching online Bolalob bisa cek disini.


Top 5 Sepatu Bola Harga Terjangkau Saat Ini







Video Trending



Berita Terkait


1596848402658

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?