Bukti Shin Tae Yong Pilih Latih Timnas Indonesia Bukan Karena Uang


  •    Robert
  •    22/06/20 - 15:00
  •    4.647

Bukti Shin Tae Yong Pilih Latih Timnas Indonesia Bukan Karena Uang
Shin Tae Yong/bolalob.com

Dengan berbekal pernah melatih di ajang Piala Dunia, Shin Tae Yong ingin membawa pengalamannya itu saat menjadi arsitek Timnas Indonesia.

Pelatih asal Korea Selatan itu pun menjabat sebagai kepala pelatih di tiga level timnas Indonesia sekaligus, baik U-19, U-22 hingga senior.

Namun permasalah terjadi ketika PSSI mulai tak sejalan dengan Shin Tae Yong soal beberapa hal. Salah satunya tempat pemusatan latihan.




Shin ingin membawa para pemain timnas berlatih di Korea Selatan, dimana itu ditolak oleh PSSI yang lebih inggin menggelar TC di Jakarta.

Bahkan Direktur Teknik Timnas, Indra Sjafri menyebut bahwa Shin Tae-yong, sebagai sosok yang tidak profesional karena membatalkan agenda rapat demi melihat resort.

Indra Sjafri juga menyoroti nominal gaji besar yang diterima Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas. Menurutnya, dengan gaji besar itu Shin Tae-yong tidak bisa seenaknya membatalkan agenda rapat.

“Alasannya dia ada janji melihat resort. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan dia. Apalagi dia tetap kita gaji sangat besar lho, meski selama masa COVID-19 dipotong 50 persen. Ini kok diajak rapat susah sekali,” ujar Indra Sjafri di laman resmi PSSI. halaman 2 dari 3
Namun jika ditarik mundur kebelakang, Shin Tae Yong rela menolak tawaran dari klub China yaitu Shenzhen FC demi menjadi pelatih skuat Garuda.

Disinyalir Shenzhen FC saat itu menawarkan gaji lebih besar kepada mantan pelatih Korea Selatan itu. Bahkan, menurut media Korea Selatan, Naver Sport, gaji yang ditawarkan Shenzhen FC tiga kali lebih besar ketimbang PSSI.




"Shin terpesona oleh visi sepak bola Indonesia. Itu sebabnya klub Cina yang telah menawarkan lebih dari tiga kali gaji tahunan ditolak demi bergabung dengan Indonesia. Dia menginginkan waktu dan visi lebih dari uang,” tulis Naver Sport.

Sebagi perbandingan, pelatih asal Italia Roberto Donadoni dilaporkan mendapat bayaran hingga 2 juta euro (31 miliar) per tahun dari Shenzhen FC. Bandingkan dengan nilai yang dibayarkan PSSI pada Shin Tae Yong yang berkisar US$ 1 juta atau sekitar Rp 13,94 miliar per tahun menurut dari berbagai sumber. halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1597145401641

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?