5 Cara Yang Bisa Dilakukan PSSI Agar Timnas U-19 Bisa Maksimal di Piala Dunia U-20


  •    Robert
  •    30/06/20 - 14:00
  •    2.932

5 Cara Yang Bisa Dilakukan PSSI Agar Timnas U-19 Bisa Maksimal di Piala Dunia U-20
Bolalob

Timnas Indonesia U-19 saat ini hanya memiliki waktu satu tahun dalam menyambut ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Sebagai tuan rumah ajang terbesar bagi para pemain muda di level internasional itu, Indonesia memiliki ekspetaksi tinggi untuk bisa berprestasi. PSSI sendiri memberi target kepada pelatih Shin Tae Yong untuk membawa Timnas finis sebagai semifinalis ajang itu.




Namun adanya pandemi virus corona membuat persiapan tak berjalan dengan maksimal, program Shin Tae Yong pun harus disusun ulang. Pelatih asal Korea Selatan itu saat ini hanya bisa mengandalkan pelatihan jarak jauh dengan virtual.

Beberapa opsi yang kami himpun bisa dicoba oleh PSSI agar Timnas berprestasi di ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Berikut daftarnya:

1. Regulasi Pemain U-20 di Liga 1 dan Liga 2



PSSI sedang menunggu keputusan Shin Tae Yong apakah mereka akan menjalankan regulasi pemain muda wajib dimainkan di Liga 1 dan Liga 2 atau tidak perlu. Musim kompetisi sepak bola Indonesia rencananya akan kembali pada bulan Oktober mendatang. Namun para pemain muda tak bisa menunggu hingga waktu itu untuk mendapat kesempatan bermain.

Selain itu adanya persaingan antara pemain senior dan pemain junior masih kental di klub Indonesia akan membuat pelatih kesulitan memutuskan susunan pemain. Belum lagi adanya pemain asing yang memiliki bayaran tinggi dan wajib dimainkan oleh manajemen klub.

Selain itu banyak pemain Timnas U-19 sekarang tak semuanya berada di skuat utama. Beberapa bahkan masih ada yang tergabung di akademi (SSB) dan juga PPLP program dibawha naungan Kemenpora. halaman 2 dari 4
2. Mengikutsertakan Timnas U-19 di Liga 1



Hal ini bukan hal asing di dunia sepak bola. Masing ingat SAD Uruguay? Dimana para pemain muda asal Indonesia bermain di liga Uruguay kala itu. Singapura juga memiliki Young Lions di liga mereka, dan yang terbaru ada di Filipina, saat Azkals Development Team dimainkan di PFL mulai musim ini.

Malaysia beberapa kali mengikutsertakan pemain muda di timnas mereka, yang dikenal dengan nama Harimau Muda A di liga seperti Singapura (2012-15) dan juga Australia di ational Premier Leagues Queensland pada tahun 2014 lalu.

Para pemain bisa mendapatkan jam terbang yang bagus jika mereka menghadapi pemain yang lebih senior di laga kompetitif. Sistem promosi - degradasi dari skuat timnas juga bisa dilakukan. Artinya setiap pemain mendapatkan kesempatan yang sama dan terus dinilai di setiap pertandingan. Jika ada pemain yang tampil bagus di klub lain bisa dipanggil untuk bergabung dengan timnas di liga.

3. TC Jangka Panjang di Luar Negeri



Salah satu alasan Shin Tae Yong ingin membawa para pemain TC ke luar negeri adalah karena mereka bisa dengan mudah mendapatkan lawan uji coba berkualitas. Seperti pada awal tahun ini ketika mereka pergi ke Thailand. Beberapa laga uji coba dilakukan melawan klub asal Korea Selatan dan itu memiliki manfaat cukup baik bagi para pemain.

Selain itu fasilitas yang mendukung di luar negeri juga bisa berpengaruh. Namun pandemi virus corona membuat opsi ini sulit dilakukan akibat banyaknya pembatasan perjalanan di sejumlah negara.

Beberapa negara yang memiliki fasilitas terbaik untuk menggelar pemusatan latihan antara lain Qatar di Aspire Academy atau di Spanyol, dimana para pemain bisa memiliki pengalaman bertanding internasional. halaman 3 dari 4
4. Maksimalkan Program Garuda Select



Garuda Select sendiri merupakan program pembinaan pemain muda PSSI, bekerja sama Mola TV, yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Tujuan akhir dari program ini adalah menghasilkan bakat-bakat yang kelak menjadi tulang punggung Timnas Indonesia. Dimana banyak pemain Timnas U-19 sekarang adalah hasil dari program ini.

Mereka yang masuk dalam program Garuda Select adalah pemain-pemain terpilih dari hasil seleksi dari program Elite Pro Academy. Program yang disebut terakhir itu berlangsung sejak akhir tahun 2018.

Sampai November 2019, Garuda Select sudah berlangsung sebanyak dua edisi. Sayang pandemi COVID-19 membuat para pemain Garuda Select lebih cepat kembali ke Indonesia pada bulan Maret lalu. Kompetisi akademi di Inggris pun sudah dihentikan bulan lalu dan belum diketahui kapan musim baru kembali bergulir.

5. Panggil Pemain Keturunan



Puluhan nama pemain keturunan Indonesia tersebar di penjuru dunia. Mereka pun tak segan untuk menungkapkan ketertarikan membela timnas di usia mudanya.

Sebut saja Stefan Antonic yang bermain di Liga Hong Kong. Lalu ada nama Jack Brown yang memperkuat Lincoln City U-18 di Inggris.

Elkan Baggott adalah pemain asal Inggris keturunan Indonesia yang bermain untuk Ipswich Town. Ia menjadi anggota reguler tim U-18 dan U-23 Ipswich pada musim ini dalam usia baru menginjak 17 tahun.

Mees Hilgers baru berusia 18 tahun dan bermain untuk FC Twente U-21 di Belanda. Sejak usia 4 tahun dirinya sudah terjun ke dunia sepakbola dengan bergabung di klub ASC Nieuwland dekat tempat tinggalnya di Amersfoot.

Selanjutnya ada nama Joseph Simatupang Ferguson, yang merupakan pemain berdarah Indonesia teranyar yang direkrut klub Eropa. Bocah berusia 16 tahun itu direkrut Blackburn Rovers.

Joseph diketahui sudah sejak usia 11 tahun menimba ilmu di akademi Blackburn Rovers. Dengan kontraknya bersama tim U-18, pemuda berdarah Batak itu selangkah lebih dekat menuju tim utama.

Namun PSSI dan Timnas perlu berhati-hati untuk menentukan pemain keturunan untuk bisa membela skuat Garuda. Mulai dari komitmen mereka dan tentu saja masa depan mereka yang masih panjang. Jangan sampai paspor Indonesia justru membuat karir pemain keturunan ini tersendat di Liga Eropa. halaman 4 dari 4
Terakhir diubah:  26/07/20 - 12:17






Video Trending



Berita Terkait


1597044601484

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?