Memori Legenda Sepak Bola Bali Saat Perkuat Timnas Futsal di Generasi Awal


  •    I Ngurah Made Wirya Darma
  •    02/07/20 - 07:06
  •    1.308

Memori Legenda Sepak Bola Bali Saat Perkuat Timnas Futsal di Generasi Awal
I Komang Adnyana (nomor 13), saat membela timnas futsal. (Dok. Pribadi)

Jauh sebelum timnas futsal Indonesia cukup disegani, setidaknya di tingkat Asia seperti saat ini, timnas futsal Indonesia juga pernah mengalami masa sulit. Layaknya seseorang yang baru mulai mempelajari hal baru, itu juga yang pernah dialami timnas futsal Indonesia pada periode awal tahun 2000.

Saat itu Timnas Futsal Indonesia bukan pemain-pemain futsal profesional, melainkan para pemain sepak bola profesional. Itulah yang ingin diceritakan salah satu mantan penggawa Timnas Futsal Indonesia saat itu, I Komang Adnyana.

Dalam wawancara eksklusif Bolalob dengan Komang Adnyana di Denpasar pada hari Rabu (1/7) siang, Komang yang saat ini disibukkan dengan usaha besek bambu banyak bercerita tentang pengalamannya ketika bergabung dengan Timnas Futsal Indonesia.

"Ya, ketika itu sekitar awal tahun 2000an, saya menjadi salah satu pemain yang dipanggil seleksi timnas senior untuk Piala Tiger 2002 (sekarang Piala AFF). Tapi ternyata saya bersama beberapa pemain lainnya tidak lolos seleksi dan dialihkan untuk menjadi skuad Timnas Futsal Indonesia," kata Komang.

"Jujur awalnya kami semua bingung futsal itu olahraga apa. Bolanya yang digunakan pun berbeda dengan sepak bola lapangan. Selain itu arena yang digunakan juga jauh lebih kecil daripada lapangan sepak bola pada umumnya," imbuhnya.

Komang pun berujar bila ketika itu skuad timnas futsal Indonesia yang ditangani Sartono Anwar juga sempat menjalani pemusatan latihan di Gresik sebelum akhirnya dialihkan ke Thailand. Di Thailand lah babak baru timnas futsal dimulai.


halaman 2 dari 3

"Sempat TC ke Thailand juga waktu itu dan kami sempat uji coba dengan mereka. Hasilnya kami kalah telak 11-0 karena secara kualitas mereka jauh diatas kami yang bisa dibilang baru belajar tentang olahraga futsal," katanya.

"Tapi setelah hasil tersebut para pemain dan tim pelatih benar-benar belajar. Kami melihat video pertandingan dan juga bagaimana para pemain Thailand berlatih. Baru setelah itu perlahan kami mulai bisa memahami permainan futsal," sambungnya.

Beberapa bulan kemudian, Timnas Futsal Indonesia pun berlaga di Piala Asia Futsal 2002. Tim yang juga diperkuat Yeyen Tumena, Vennard Hutabarat, dan Francis Wewengkang ini pun sukses mengawali turnamen dengan kemenangan telak 6-0 atas Tiongkok. Komang pun terkenang akan laga tersebut.

"Saya ingat ketika melawan Tiongkok, Indonesia menang besar dan saya cetak banyak gol. Yang jelas ketika itu saya juga jadi man of the match. Tapi yang saya sesalkan di pertandingan terakhir grup melawan Kirgizstan saya absen karena dapat kartu merah saat melawan Kuwait, " ujar Komang.

Usai bernostalgia, Komang pun memberikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga futsal di Indonesia. Ia juga secara khusus memuji sosok pelatih timnas futsal asal Jepang, Kensuke Takahashi.

"Untuk sekarang, perkembangan futsal Indonesia sudah berkembang dengan sangat baik. Lapangan futsal mudah ditemukan dan Liga Futsal pun rutin diadakan. Apalagi sekarang ada pelatih Jepang (Kensuke Takahashi) yang membuat Timnas Futsal Indonesia semakin berkembang. Intinya saya sangat senang dengan perkembangan futsal di Indonesia," tutup Komang mengakhiri perbincangan. 







Video Trending



Berita Terkait


1594304211117

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?