3 Alasan Mengapa Masih Ada Klub yang Menolak Liga 1 Dilanjutkan


  •    Kukuh Wahyudi
  •    02/07/20 - 17:30
  •    1.379

3 Alasan Mengapa Masih Ada Klub yang Menolak Liga 1 Dilanjutkan
Ilustrasi Liga 1 2020. (Persebaya.id)

PSSI sudah memutuskan bahwa Liga 1 2020 bakal dilanjutkan lagi mulai Oktober 2020. Kendati demikian, ada klub-klub yang sebenarnya menolak keputusan itu.

Mereka adalah Persebaya dan Barito Putera. Keduanya sebenarnya tak setuju jika kompetisi digulirkan lagi saat ini. Namun, bukan berarti mereka akan mogok dari Liga 1.

"Persebaya Surabaya menghormati keputusan PSSI terkait kelanjutan Kompetisi Liga Indonsia Tahun 2020. Ini seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan PSSI No. SKEP/53/VI/2020 tanggal 22 Juni 2020. Hanya saja, di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, Persebaya mau tidak mau harus menyatakan sikap tidak setuju untuk dilanjutkan," tutur Azrul Ananda, Presiden Persebaya, di situs resmi klub.

Lantas, apa saja alasan dua tim tersebut menolak Liga 1 2020 dilanjutkan lagi?


halaman 2 dari 3
Langkah PSSI Belum Menjanjikan
Azrul melihat langkah lanjutan PSSI setelah memutuskan Liga 1 kembali bergulir masih belum meyakinkan. PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi belum mengeluarkan aturan detil soal itu.

“Mengingat sampai saat ini, selama tiga bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail pada klub apabila kompetisi dilanjutkan. Padahal ini sangat diperlukan untuk memberi kepastian kepada semua stakeholder sepak bola,” tutur Azrul.

Wabah Corona Belum Mereda
Sejumlah daerah masih dalam zona berbahaya terkait penyebaran Corona, salah satunya di Surabaya. Maka, Azrul khawatir adanya kegiatan sepak bola justru makin memperparah keadaan.

“Di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik,red). Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktifitas sepak bola di semua tingkatan,” katanya.

Pengalaman Terpapar Corona
Asisten pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, menjadi salah satu korban penyebaran virus Corona beberapa waktu lalu. Kendati saat ini kondisinya sudah pulih, manajemen Barito Putera masih trauma.

"Kami merasakan betapa sulit dan sakitnya anggota keluarga kami saat harus melawan pandemi ini. Prinsip kami, mencegah lebih baik daripada harus mengobati. Karena risiko cukup besar, kami memilih untuk bersikap hati-hati demi keselamatan ke depan," tutur Hasnuryadi Sulaiman, CEO Barito Putera dalam rilis resmi klub.






Video Trending



Berita Terkait


1597032001799

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?