7 Pichihci Paling Ikonik di LaLiga Era 2000-an


  •    Kukuh Wahyudi
  •    10/07/20 - 21:10
  •    3.205

Ronaldo, salah satu top skor LaLiga terikonik.
Ronaldo, salah satu top skor LaLiga terikonik. (LaLiga)

Sejak memasuki era 2000-an atau abad ke-21, Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) mendominasi daftar top skor atau Pichichi di LaLiga.

Namun, bukan hanya mereka yang memiliki rapor mentereng. Tentunya masih ada nama-nama lain yang memiliki citra ikonik sebagai Pichichi.
Berdasarkan rilis dari LaLiga, Bolalob susun tujuh sosok pichichi yang paling ikonik di era abad ke-21 ini. Berikut daftarnya:




Lionel Messi
Apalagi yang dapat dikatakan tentang Messi? Pemain Argentina ini telah memenangi enam penghargaan top skor, termasuk dalam tiga musim terakhir. Ia pertama kali memenangi penghargaan ini di musim 2009/10, lalu memenangi tiga lainnya dalam empat musim berikutnya, termasuk 50 gol bersejarah di musim 2011/12, dan duel sengitnya bersama Cristiano Ronaldo dalam banyak musim.

Messi telah menjadi pencetak gol dominan di LaLiga, dan hanya ada satu nama lainnya selain Cristiano Ronaldo yang mengalahkannya dalam kategori top skorer dalam satu dekade ke belakang: rekan setimnya di Barcelona, Luis Suárez, yang mencetak 40 gol di musim 2015/16.

Cristiano Ronaldo
Ketika Cristiano Ronaldo meninggalkan Real Madrid di tahun 2018, rekor golnya di LaLiga terhenti di angka 311 gol dalam 292 pertandingan. Ia memang hanya memenangi penghargaan Pichichi sebanyak tiga kali, tapi catatan golnya di LaLiga tak pernah dibawah 25 gol. Hanya sedikit pencetak gol yang seikonik Cristiano.
halaman 2 dari 3
Raúl Gonzales
Selama satu setengah dekade memimpin lini serang Real Madrid, Raúl mencetak banyak gol bagi Los Blancos. Raúl menjuarai gelar LaLiga sebanyak enam kali, dan berhasil menjadi top skor sebanyak dua kali: musim 1998/99 dengan 25 gol, dan 2000/01 dengan 24 gol.

Ronaldo Nazário
Layaknya Raúl, Ronaldo Nazário juga dua kali memenangi gelar Pichichi dalam kariernya dan ia memenanginya dengan dua klub berbeda.

Di musim 1996/97, ia menjadi top skor liga dengan Barcelona dengan catatan 34 gol, lalu ia kembali memenanginya di musim 2003/04 bersama Real Madrid dengan 25 gol. Itu adalah musim terbaiknya bersama Los Blancos.

Samuel Eto’o
Ketika Samuel Eto’o bergabung dengan Barcelona dari RCD Mallorca di musim panas tahun 2004, ia mencetak 24 gol di musim perdananya dan kalah dari Diego Forlán untuk menjadi top skor. Di musim berikutnya, Eto’o mencetak 26 gol untuk memastikan dirinya menjadi top skorer LaLiga. Gol-golnya membantu Barcelona memenangi gelar LaLiga di kedua musim tersebut.

Ruud van Nistelrooy
Ruud van Nistelrooy datang ke Real Madrid dari Manchester United pada tahun 2006 sebagai top skorer Premier League. Lalu, penyerang Belanda ini mencetak 25 gol di musim debutnya untuk menjadi top skorer LaLiga.

Diego Forlán
Diego Forlán dua kali memenangi penghargaan Pichichi, satu kali bersama Villarreal, lalu satu kali bersama Atlético de Madrid. Di musim pertamanya di LaLiga, Forlán mencetak 25 gol bagi Villarreal di musim 2005/06 untuk mengalahkan Eto’o dalam penghargaan ini, dan mencetak lima gol dalam dua pekan terakhir.

Setelah pindah ke Atlético, Forlán memenangi penghargaan ini di musim 2008/09 dengan 32 gol. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain pertama yang mencetak lebih dari 30 gol setelah Ronaldo di musim 1996/97.






Video Trending



Berita Terkait


1596543001606

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?