Liga 1 Dilanjutkan Oktober, Ketum The Jakmania Tidak Yakin Persija Dapat Izin Main di Jakarta


  •    Rizqi Ariandi
  •    14/07/20 - 09:30
  •    819

Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, saat mendukung tim kesayangannya berlaga
Bolalob

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan kompetisi Liga 1 2020 akan dilanjutkan mulai 1 Oktober 2020 dengan status kompetisi luar biasa karena digelar di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang belum usai. Namun, Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, pesimis Persija Jakarta dapat bermain di markas sendiri.

Diky mengatakan, sebagai suporter dirinya senang karena Liga 1 dilanjutkan. Namun, ia tidak yakin Persija dapat bermain di Jakarta karena status ibu kota masih zona merah penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, PSSI akan memusatkan kompetisi Liga 1 di Pulau Jawa, salah satunya di Yogyakarta. Tim-tim yang berasal dari luar Jawa akan diprioritaskan bermarkas di sana.




Untuk tim yang berasal dari Pulau Jawa, PSSI membuka kesempatan mereka bermain di markasnya sendiri. Namun, semuanya bergantung dari kebijakan pemerintah daerah masing-masing.

"Ya sebagai suporter, ya senang ya liga 1 lanjut. Cuma balik lagi nanti kelanjutannya gimana, rekomendasi dari pemerintah pusat maupun daerah, apalagi Jakarta kan masih zona merah. Kalau saya sih melihatnya memang kayak apa ya nih Persija dapat rekomendasi apa enggak dari pemda untuk menggelar pertandingan home," kata Diky.
halaman 2 dari 3
"Kalaupun tidak, solusinya seperti apa, kayak gitu sih. Jadi kita dari Jakmania sebenarnya tunggu reaksi Persija dulu, nunggu respons Persija seperti apa, ya kalau apapun yang terbaik buat Persija saya yakin manajemen memutuskan yang terbaik buat Persija, apalagi semangatnya masih sama, sejauh ini kita komunikasi sama manajemen semangatnya tetep sama bahwa target juara tetap diterapkan, terus pemain juga tetap dipertahankan," kata Diky menambahkan.

Diky menambahkan, walau pun kompetisi dilanjutkan tanpa penonton, potensi terciptanya klaster baru virus corona sangat besar. Salah satu potensi tersebut datang lewat kegiatan nobar (nonton bareng).




Karena itu, Diky berharap pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gugus Tugas Covid-19 memberikan arahan terhadap rencana kelanjutan Liga 1. Ia tidak ingin dilanjutkannya kompetisi malah menjadi masalah baru.

"Intinya, kalau Jakarta masih zona merah, jujur sih agak keberatan karena pasti di surat LIB itu kan ada tulisan tanpa penonton. Nah, pasti anak-anak nobar gitu. Aku enggak mau nobar itu jadi klaster baru penyebaran Covid-19 ini, udah gitu misalnya belum boleh kumpul-kumpul segala macam akhirnya jadi suatu masalah lain. Jadi intinya ya kita lihatlah rekomendasi dari pemerintah pusat dan dari daerah seperti apa terutama dari BNPB atau gugus tugas Covid-19," tutur eks Sekretaris Umum (Sekum) The Jakmania ini. halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1596860401580

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?