Kisah Dua Tim Yoyo di Indonesia dan Inggris, Semen Padang dan Norwich City


  •    Kukuh Wahyudi
  •    15/07/20 - 18:30
  •    5.201

Norwich City.
Norwich City (Twitter/Opta Joe)

Beberapa waktu lalu Norwich City telah dipastikan terdegradasi dari Liga Premier 2019/20. Koleksi poin mereka yang hanya mencapai 21 poin dari 36 laga membuat mereka tak mungkin lagi selamat dari zona merah meski memainkan dua partai tersisa.

Alhasil, mereka harus kembali bermain di kasta kedua, Championship. Bagi mereka, mengorbit di level bawah memang bukan pukulan telak.
Pasalnya, Norwich sudah akrab dengan itu. Terdegradasinya mereka di musim ini adalah kali kelima tim berlogo burung kenari itu turun kasta di kasta teratas sejak era Liga Premier.

Catatan itu bahkan menjadi yang terbanyak dibandingkan tim mana pun. Pertama mereka terdegradasi yaitu musim 1994/95. Selanjutnya pada 2004/05, 2013/14, 2015/16, dan terakhir 2019/20.

Bila mengacu pada data itu, Norwich bagaikan permainan yoyo yang rutin naik turun antardivisi liga.

Bila di Inggris ada Norwich, di Indonesia ada Semen Padang. Sejak memasuki era Liga 1, dalam waktu singkat mereka merasakan dua kali turun kasta.




Nasib buruk itu pertama kali mereka dapat di Liga 1 2017. Saat itu mereka mengakhiri musim di peringkat ke-16 dengan 35 poin. Terpaut dua angka dengan Perseru yang berada di posisi 15 alias batas terbawah zona aman.

Semusim di Liga 2 2018, Semen Padang tampil menawan hingga akhirnya ia mampu promosi lagi ke Liga 1 2019. Namun, kekuatan mereka nampaknya belum ideal untuk bersaing di kasta tertinggi.

Alhasil, mereka harus finis di peringkat ke-17 dengan 32 poin. Berbeda 10 angka dengan Tira Persikabo yang berada di urutan ke-15.
Bersama Badak Lampung (berubah dari Perseru) dan Kalteng Putra, akhirnya mereka turun kasta lagi ke Liga 2. halaman 2 dari 2
Terakhir diubah:  15/07/20 - 18:58






Video Trending



Berita Terkait


1597062601763

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?