Bos Johor Darul Ta'zim Tolak Adanya Wacana Pembatasan Gaji di Malaysia


  •    Kukuh Wahyudi
  •    28/07/20 - 18:00
  •    745

Tunku Ismail, Prisiden JDT. (NSTP/Hairul Anuar Rahim)
Tunku Ismail, Prisiden JDT. (NSTP/Hairul Anuar Rahim)

Liga Super Malaysia diwacanakan bakal memberlakukan pembatasan gaji. Hal itu langsung ditolak oleh Presiden Johor Darul Ta'zim (JDT), Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

Ia menilai bahwa batasan gaji tak perlu dilakukan hanya untuk menjaga kestabilan keuangan klub. Yang utama itu justru klub harus pintar dalam hal manajemen.

"Para pemain tidak perlu batasan gaji. Klub harus memiliki disiplin dalam pengeluaran," kata Tunku Ismail seperti dikutip dari Berita Harian.

Hal senada diutarakan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Hamidin Mohd Amin dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Malaysia (PFAM).

Baca Juga :


Sebenarnya, wacana tersebut muncul lantaran adanya klub yang masih terlilit utang, kedah FA. Mereka mengalami krisis keungan lantaran gaji pemainnya terlalu tinggi.

Alhasil, beberapa pihak di Malaysia ingin agar ada pembatasan gaji sehingga klub tak terlalu boros melebihi kesanggupan mereka.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Kedah (KFA), Muhammad Sanusi Md Nor, mengungkapkan mereka harus menanggung hutang RM10,6 juta atau Rp36 miliar yang berasal dari manajemen lama dalam mengontrak pemain.

Bahkan, ada pemain dari tim berjulukan Red Eagles itu yang gaji mencapai hingga RM125.000 atau sekitar Rp427 juta sebulan. halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1585699202407

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?