Penyerang Sayap Pantai Gading Takut Gunakan Sosmed Karena Perlakuan Rasis


  •    I Ngurah Made Wirya Darma
  •    30/07/20 - 08:00
  •    417

Wilfried Zaha (jersey putih) saat membela Crystal Palace
Wilfried Zaha (jersey putih) saat membela Crystal Palace . (Instagram/@Wilfriedzaha)

Penyerang sayap Crystal Palace, Wilfried Zaha ternyata memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat menggunakan sosial media. Mantan pemain Manchester United ini sempat merasakan pelecehan ras lewat sosial media miliknya. 
Baru-baru ini Zaha menjadi korban rasisme, dengan tersangka seorang anak berusia 12 tahun. Tindakan rasisme di media sosial tersebut, dialami oleh Zaha jelang pertandingan melawan Aston Villa, Minggu (12/7) lalu. 

Bocah berusia 12 tahun tersebut menuliskan sebuah ancaman kepada Zaha agar tidak mencetak gol saat melawan Aston Villa tersebut. 

Baca Juga :


"Saya selalu takut bahkan untuk melihat pesan langsung (DM). Karena itu bisa berisi apa saja. Untuk pemain sepakbola berkulit hitam misalnya, berada di Instagram bahkan tidak menyenangkan lagi bagi kami," kata Zaha dikutip dari BBC

Menurut Zaha, ia sudah melaporkan sebanyak 50 akun kepada pihak kepolisian. Zaha mengaku, jika saat ini ia tidak lagi menggunakan Twitter di ponselnya.

"Saya dilecehkan secara ras. Lalu apa yang terjadi setelah akun itu diblokir? Mereka lantas membuat akun yang baru setelahnya," jelas pemain internasional Pantai Gading ini. 

Menaggapi hal tersebut, Asosiasi Pesepakbola Profesional kabarnya langsung mengadakan pembicaraan dengan perusahaan media sosial. Pembicaraan tersebut dikabarkan berlangsung cukup baik dan tinggal menunggu apa yang menjadi hasil dari pembicaraan tersebut. 
halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1604844931318

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?