3 Fakta Memprihatinkan Timnas di Piala AFF


  •    Kukuh Wahyudi
  •    31/07/20 - 08:00
  •    2.974

Timnas saat gugur di Piala AFF 2018.
Timnas saat gugur di Piala AFF 2018. (Bolalob)

Piala AFF 2020 atau edisi ke-13 resmi ditunda. Sejatinya ajang dua tahunan se-Asia Tenggara tersebut balal bergulir pada November-Desember 2020, tapi kini menjadi tahun depan.

Hal tersebut disebabkan lantaran terjangan virus Corona di kawasan Asia Tenggara tak kunjung melandai. Namun terkait waktu penggantinya, pihak AFF pun masih belum memutuskan.

Bagi Indonesia, mundurnya Piala AFF berarti menuda ujian kedua pelatih Shin Tae-yong dalam mengarsiteki timnas senior di tahun ini setelah Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Penasaran soal fakta-fakta lain timnas di Piala AFF? Berikut Bolalob sajikan, terutama fakta-fakta mempritahtinkan:




. halaman 2 dari 3
1. Diarsiteki Pelatih Minim Pengalaman
Di edisi terakhir, Piala AFF 2018, Indonesia gagal total. Timnas tak mampu lolos dari babak grup.

Performa tersebut tak lepas dari minimnya persiapan timnas dan sang juru taktik kala itu, Bima Sakti, masih minim pengalaman. Piala AFF 2018 adalah kali pertama Bima menjadi pelatih kepala di level senior.

Pasalnya di level klub saja ia belum pernah menjadi pelatih kepala. Sebelumnya, Bima hanya menjadi asisten pelatih di timnas besutan Luis Milla dan di Persiba Balikpapan.

2. Berbanding Terbalik dengan Singapura
Dilabel sebagai tim sepesialis runner up tampaknya tak berlebihan. Status itu muncul lantaran timnas tak pernah menjuarai Piala AFF meski sudah lima kali masuk final.

Fakta tersebut tentu terlihat sangat menyedihkan bila dibandingkan dengan Singapura. Mereka lah satu-satunya tim yang selalu juara saat menembus babak final, yaitu pada 1998, 2004, 2007, dan 2012.

Thailand saja gagal tiga kali di final dari delapan kali kesempatan.

3. Noda Hitam di Edisi 1998
Di Piala AFF 1998 (dulu Piala Tiger) Indonesia pernah diterpa kasus memalukan. Reputasi Tim Merah-Putih rusak karena adanya permainan sepak bola gajah.

Di laga vs Thailand serbagai partai penutup Grup A, salah satu pemain timnas, Mursyid Effendi, mencetak gol bunuh diri dengan sengaja. Gol tersebut membuat Indonesia kalah 2-3.

Kelakuan Mursyid itu disinyalir untuk menghindari bertemu Vietnam yang berlabel runner up Grup B di babak semifinal. Demi tak bersua Vietnam, Indonesia harus kalah dari Thailand agar terhindar dari Vietnam dan bertemu juara Grup A, Singapura







Video Trending



Berita Terkait


1597134667202

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?