Pengamat Mempertanyakan Keprofesionalan Klub-Klub Malaysia


  •    Kukuh Wahyudi
  •    03/08/20 - 10:30
  •    7.262

Ilustrasi Liga Malaysia.
Ilustrasi Liga Malaysia. (bharian.com)

Adanya beberapa klub Liga Super Malaysia yang menunggak gaji pemainnya memicu komentar pedas dari mantan pemain timnas Malaysia, Datuk Jamal Nasir Ismail. Sosok yang kini lebih akrab sebagai pengamat itu mempertanyakan status profesional klub Malaysia.

Menurutnya, jika memang sudah profesional, maka seharusnya tak ada kasus tunggakan gaji yang terjadi. Jamal Nasir mengatakan bahwa banyak klub yang tak sadar dengan kemampuan keuangannya sendiri.

"Saya sudah sering berbicara, 'ukur baju di badan sendiri', tapi orang tak mendengar. Kalau ambil pemain mahal untuk mendapatkan piala dan ada yang bilang bila tim kalah, nanti pendukung tak datang ke stadion, itu semua alasan yang tak boleh dipakai," katanya seperti dikutip dari Berita Harian.

Baca Juga :


"Pengurusan pasukan perlu jadi profesional. Maka dari itu FAM (Persatuan sepak bola Malaysia) akan mengganti dari FA (persatuan sepak bola) menjadi FC (klub sepak bola).

Kalau persatuan kebanyakan FA yang presiden atau EXCO dipilih oleh persatuan daerah, artinya pengurusan masih amatir. Tapi kita kan pemain profesional. Itu tak jadi," tuturnya melanjutkan.

"Kita (pemain) ini sudah profesional, tapi pengurus klub masih belum sampai tahap itu. Bila saya berbicara pasti banyak yang akan marah, tapi saya kan berbicara berdasarkan fakta," ucapnya lagi. halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1598839203634

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?