Cerita Djanur yang Membangun Kekuatan Tim Juara Persib 2014 Sejak Musim 2013


  •    Rizqi Ariandi
  •    03/08/20 - 15:30
  •    499

Djajang Nurdjaman, pelatih yang sukses mengantarkan Persib Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia 2014
Istimewa

Sosok Djajang Nurdjaman tentu tidak akan terlepas dari cerita kesuksesan Persib Bandung meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) musim 2014. Itu menjadi gelar kedua Persib di era kompetisi profesional.

Kesuksesan yang didapat Djanur -sapaan karib Djajang Nurdjaman- ketika itu tentu bukan hasil instan.

Pelatih asal Majalengka, Jawa Barat, membangun kekuatan tim yang diasuhnya sejak musim 2013, atau satu musim sebelumnya.

Djanur yang di musim 2013 menjadi pelatih karteker Pelita Jaya, setelah sebelumnya menangani tim U-21 dipanggil pulang ke Bandung oleh manajemen Persib.

"Waktu itu bolak-balik ditelpon Pak Haji Umuh (manajer Persib), ya merasa gak percaya juga. Saya di Pelita cuma karteker, terus diganti lagi sama pelatih lain. Saat-saat terakhir nerusin di situ, saya dipanggil Pak Umuh. Bener gak, nih. Kemudian, tawaran itu memerlukan diskusi di keluarga. Kita tahu, jadi pelatih sekelas Persib yang notabene sudah lama tidak juara, bobotoh mengharapkan juara, dan kalau tidak juara, tahun-tahun sebelumnya juga selalu ganti pelatih, padahal pelatih asing semua. Akhirnya saya putuskan, bismillah, saya ambil," kata Djanur dalam siaran podcast bersama Simamaung.

Baca Juga :


Di musim pertama menjadi pelatih kepala Persib, Djanur tidak melakukan banyak perubahan.

Ia memilih untuk mempertahankan para pemain yang sudah menjadi pilar Persib di musim-musim sebelumnya.

Di akhir musim, Persib menempati posisi 4 klasemen, berselisih 9 poin dari Persipura Jayapura yang jadi juara di musim tersebut.

"Musim 2013 di Persib masih ada pemain lama, dan sudah berbuat untuk Persib, walau belum juara. Artinya ada pemain-pemain yang sudah senior, ada Eka, Maman, Airlangga, kemudian Hariono, Atep. Itu kan udah senior semua, dari saya tinggalkan Persib di 2008," kata Djanur.

"Jadi bayangin senior-senior di situ. Gak mungkin saya bisa ubah langsung komposisi, jadi saya hanya memasukkan satu-dua pemain yang saya rekomendasikan. Saya pelajari di tahun pertama, hanya di peringkat 4, tapi sesuai target. Saya memang bilang, target paling 4-5 besar, cuma kebetulan kita bisa narik Sergio (van Dijk) waktu itu. Kesampain lah kita di ranking 4. Dari pelajaran di tahun pertama, kemudian saya berbenah untuk 2014," tutur Djanur menambahkan. halaman 2 dari 3
Keberhasilan menempati posisi 4 di Liga Indonesia 2013 meski sebagian besar materi pemain bukan pilihannya membuat Djanur optimistis menatap kompetisi musim 2014.

Dengan waktu yang lebih banyak, Djanur punya kesempatan dan keleluasaan dalam memilih pemain-pemainnya.

Keputusan besar diambil Djanur dengan melepas pemain-pemain senior seperti Maman Abdurrahman dan Airlangga Sucipto, dan semua pemain asingnya.

Djanur kemudian merekrut Achmad Jufriyanto dari Sriwijaya FC Palembang untuk melengkapi trio Firman Utina, Supardi Nasir, dan M Ridwan yang datang di musim sebelumnya.

Djanur juga mengganti para pemain asingnya dengan Vladimir Vujovic, Makan Konate, dan Djibril Coulibaly yang moncer bersama Barito Putera.

Baca Juga :


"Karena di 2013, ada (pemain) yang kurang pas (dengan saya). Kemudian saya punya ide, mau begini, mau begini, terhalang komposisi pemain, sehingga pemain-pemain yang tidak sejalan, walau secara kemampuan masih oke, saya ganti pemain yang bisa membantu membawa misi saya menjadi juara," kata Djanur.

"Saya bawa Firman, Supardi, Ridwan, (Achmad) Jufriyanto, kemudian di saat-saat terakhir masukin Vlado. Firman, Pardi, Ridwan itu bareng-bareng itu (satu paket Sriwijaya di musim 2013,Red). Kemudian saya lepas Maman, Airlangga. Sisa Atep, Hariono. Asing-asingnya juga saya ganti, kemudian saya masukkan Djibril sama Konate, terus juga Vlado. Cuma tiga aja, padahal jatahnya empat," tutur Djanur menambahkan.

Perpaduan pemain lama dan anyar ini akhirnya berbuah hasil manis, yaitu gelar juara Liga Indonesia 2014.

Persib meraih gelar tersebut setelah mengalahkan Persipura Jayapura di babak final yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, lewat babak adu penalti dengan skor, 5-3 (1-1). halaman 3 dari 3
Terakhir diubah:  03/08/20 - 18:37






Video Trending



Berita Terkait


1601271002558

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?