Dua Bintang Era Fakhri Husaini yang Terpinggirkan oleh Shin Tae-yong


  •    Kukuh Wahyudi
  •    12/08/20 - 07:00
  •    44.990

Sutan Zico, dicoret Shin Tae-yong.
Sutan Zico, dicoret Shin Tae-yong. (Bolalob/Kukuh Wahyudi)

Beda pelatih, beda pula selera pemainnya. Kalimat tersebut memang benar adanya dan mungkin tak bisa dibantah.

Situasi tersebut saat ini terjadi di timnas U-19. Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, menyingkirkan dua nama bintang di timnas U-19 era sebelumnya, yaitu di bawah kendali Fakhri Husaini.

Versi Bolalob, ada dua pemain bintang era Fakhri yang terpinggirkan di rezim Shin Tae-yong. Mereka adalah Salman Alfarid dan terbaru ada Sutan Diego Zico.

Baca Juga :
halaman 2 dari 4
Salman Alfarid
Salman Alfarid (Bolalob/Kukuh Wahyudi)

Salman adalah pilihan utama Fakhri di dua ajang terakhir, Piala AFF U-18 2019 dan Kualifikasi Piala AFC U-19 2020.

Layaknya bek sayap modern, penyuka film action dan komedi itu tak hanya kukuh dalam bertahan. Tapi, ia piawai dalam membantu serangan. Di Piala AFF U-18 2019, Salman menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol dari luar kotak penalti.

Di Kualifikasi, ia tak tergantikan di sisi kiri pertahanan timnas. Bahkan di salah satu laga, Fakhri menempatkan bek Persija junior itu sebagai pemain terbaik.

“Buat saya, punya pemain seperti Salman terasa punya tiga pemain. Dia bisa jadi stoper, bek kiri, dan bisa main di gelandang bertahan. Jadi saya agak heran kalau dia tak masuk tim. Tapi kondisi ini wajar karena beda pelatih kan pasti beda kebutuhan,” tutur Fakhri kepada Bolalob beberapa waktu lalu.

Namun sejak TC pertama timnas era Shin Tae-yong, Salman telah tercoret dan di TC kali ini ia bahkan tak masuk dalam 46 pemain yang dipanggil. halaman 4 dari 4
Sutan Diego Zico
Sutan Zico (Bolalob/Kukuh Wahyudi)

Sejak timnas U-16 hingga timnas U-19, Zico rutin mengisi slot di lini depan. Secara bergantian, ia dan Bagus Kahfi, Zico rutin dipercaya sebagai juru gedor timnas.

Prestasinya sebagai striker pun tercatat saat ambil bagian di Kualifikasi Piala AFC U-16 2018. Di ajang tersebut ia menjadi top skor dengan 10 gol.

Bahkan legenda striker Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menyebut Zico sebagai striker masa depan Indonesia.

"Kalau saya pribadi melihat Sutan Zico (calon striker masa depan). Walaupun sekarang di level senior ada M. Rafli (Arema FC) dan Lerby Eliandry (Bali United). Tapi ini bicara untuk masa depan," tutur Kurniawan kepada Bolalob beberapa waktu lalu.

"Kalau bisa dibina dengan benar dia bisa sangat berbahaya. Kalau menurut saya, berdasarkan saya nonton dia main, Zico bertipikal striker yang tak hanya mengandalkan lari (kecepatan). Tapi dia striker yang smart. Dia bisa menciptakan peluang," ucap Kurniawan lagi.

Namun, Zico dicoret oleh Shin Tae-yong di TC bulan ini. Ia pun berisiko tak masuk skuat Piala AFC U-19, pada 14-31 Otober 2020.






Video Trending



Berita Terkait


1601248283879

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?